tessssss

Selasa, 17 September 2019

Kisah Melahirkan I (Umar)

Bismillah....

Sudah lama tidak posting tulisan lagi. Semuanya karena kesibukan di kantor baru, peran baru dan tesis yang membayangi setiap hari...

Kemarin baca artikel tentang kisah ibu melahirkan, dengan latar belakang (si pembawa cerita) dari seorang dokter kandungan. Aku jadi teringat kisahku dulu melahirkan anak-anakku.  

Pengalaman melahirkan anak pertama (Umar) sungguh tidak terlupakan. Dimulai dengan pecah ketuban pada sekitar pukul 00.00 tengah malam di rumah ketika hendak tidur. Baru pertama kali aku merasakan yang namanya pecah ketuban, terasa seperti ada letupan kecil di perut, seperti bunyi "tek" yang lembut kemudian adanya rembesan air bening tak berbau yang tidak dapat ditahan keluar dari jalan lahir. Singkat cerita paniklah kami, karena ini kehamilan anak pertama yang minim pengalaman, maka kami pun segera bersiap ke RS. Karena yang aku baca, jika ketuban pecah duluan maka harus segera ke RS. 

Setelah di RS, singkat  cerita diusahakanlah untuk melahirkan normal, namun belum ada bukaan. Aku juga tidak merasakan apa-apa. Ketika itu air ketuban tidak selalu merembes. Kadang rembesannya berhenti. Oleh Karena itu aku diminta untuk tiduran. Ketika aku ke toilet, ternyata sudah ada flek darah. Aku yakin itu adalah tanda lahir.

Meski sudah ada flek, tetap saja belum ada mulas. Bayangan operasi sesar muncul, karena dokter mengatakan akan ambil tindakan jika belum lahiran juga, mengingat ketuban sudah keluar. Ternyata rasa mulas baru datang kira-kira 2x24 jam sejak pecah ketuban, saat itu hari sudah sore menjelang Magrib. Sakitnya jangan ditanya deh. Berasa seperti ada 3 batu besar yang tajam di dalam perut dan itu saling beradu. Saking sakitnya, membuat aku tidak mampu bersuara atau mengeluh. Satu-satunya kata yang bisa keluar dari mulut aku hanya "Allah" sahaja. 

Aku ingat dulu, ketika mendengar cerita seseorang yang menemui kematian, yang kelihatannya tenang, diam dan tidak kesakitan. Padahal sakaratul maut itu kan sakit. Nah apakah mereka tidak kesakitan makanya bisa tenang dan diam ketika dijemput maut? Ternyata aku dapat jawabannya saat melahirkan Umar. Ketika aku dilanda mulas, aku mampu untuk diam, kelihatan tenang (oleh suster), tapi sejatinya aku sedang merasakan rasa sakit yang paling dahsyat yang pernah aku rasakan. Saking sakitnya, mulutku terkunci dan air mata tidak mampu mengalir. Mama ku yang mendampingi bahkan sampai menyuruh aku untuk mengeluh, untuk keluarkan keluhan atau mengaduh agar sakitnya lega. Tapi aku tidak bisa. Jika aku bersuara, misalnya mengeluh atau merintih saja, yang aku rasa sakitnya makin bertambah. Makanya aku diam, hanya di antara nafas yang tersengal-sengal aku cuma mampu ucapkan "Allah" dengan suara yang parau seperti kambing yang hendak disembelih.

Total aku menahan sakit selama sekitar 1 x 24 jam, karena Umar lahir keesokan harinya tepat jam 18.24 WITA. Aku hapal karena di atas tempat tidur dimana aku melahirkan, terdapat jam dinding. Saat dokter yang memimpin persalinan melihat jam, aku spontan ikut melihat juga. 

Ajaib memang, aku merasakan mulas hebat hampir 24 jam, tapi ketika bukaan sudah lengkap, rasa sakitnya entah kemana. Benar-benar hilang tertiup angin hehehe. Ketika bukaan sudah lengkap, dan mulas hilang, aku seperti terhibur walau sedikit, karena justru disinilah puncaknya, yaitu melahirkan. Saat mulas hilang, yang aku rasakan adalah mulas seperti ingin -maaf- BAB yang secara periodik datang dan pergi. Jadi terasa lebih mudah untuk mendorong bayi keluar. Apalagi saat bidan berteriak "curi napas bu!". 

Akhirnya setelah kelahiran si Umar, proses menjahit pun dimulai. Aku ingat dengan samar, aku disuntik di paha. Kemudian dimulailah proses menjahit. Yang aku rasakan adalah, tusukan jarum di kulit dan benang ditarik memasuki kulit dan daging. Tapi amazing, semua itu tanpa rasa sakit, karena pengaruh anestesi tadi.

Namun karena -berdasarkan kata dokter- robekannya banyak dan sampai ke dalam, maka diputuskan aku harus dijahit di meja operasi dan dibius total. Fyi, ketika mulas masih berjarak sangat jarang, aku diminumkan air rendaman rumput oleh tetangga yang kebetulan membantu menjagaku di RS, katanya rumput Fatimah. Entahlah, apakah itu yang membuat aku harus dijahit di meja operasi. Yah aku pasrah saja. Akhirnya aku melihat sendiri lampu tiga buah tepat di atasku, serta merasakan pulasnya dibius total. Bener-bener pulas tanpa mimpi apapun.

Ketika hendak sadar, sekonyong-konyong yang aku rasakan adalah mendengar suara yang memanggilku, suara Mamaku.... awalnya terdengar jauh, kemudian berasa di dekatku. Ketika telinga sudah mendengar dengan baik, mata masih berat untuk dibuka. Ternyata aku sudah kembali ke kamar, sudah berbaring di bed pasien, dengan kateter, tampon dan infus yang terpasang. Umar berbaring di box dekat kasurku, belum bisa berbaring dengan aku. Ah sedihnya, tapi semampunya beliau aku susui sedini mungkin, sejak aku masih belum diperkenankan minum dan bangun dari tempat tidur, Umar sudah aku susui karena ASI sudah keluar. 

Total aku berada di RS selama sembilan hari, karena pasca operasi HB ku rendah sehingga harus transfusi 2 kantung darah. Selama itu pula suami dan ortu setia menunggui. Perjuangan yang sungguh-sungguh menyita tenaga. Tapi aku bersyukur ketika itu, karena yakin pasti dosa-dosaku diampuni karenanya, dan aku beroleh seorang bayi lucu si Umar yang kini jadi anak baik yang penyayang dan cerdas. Baarakallahufiik ya Umar



Selasa, 29 Januari 2019

Aneh itu Nyata

bismillah..

Kali ini mau cerita tentang pengalaman kuliah di UMJ Cirendeu. Sekian lama, sudah mau 2 tahun rutin kuliah malam di hari kerja dan kuliah pagi sampai siang di hari sabtu, sudah banyak mencetak foto kenangan, ternyata terdapat suatu keanehan.

Aku sudah sering banget lihat postingan foto yang aneh dan ganjil di internet, yang susah untuk dijelaskan. Awalnya aku kira beberapa ada yang editan, hanya untuk seru-seru. Ternyata aku mengalami sendiri, mendapatkan foto yang cukup ganjil dan aneh. Ehmm.....gakk banyak sih, cuma 2 foto aja.

1. Foto ketika kuliah malam

Foto di bawah ini menggambarkan keceriaan kami menanti dosen sambil mengabadikan gambar, seluruh mahasiswa sudah berada dalam kelas, yang memotret adalah ketua kelas sendiri. Sedangkan situasi di luar sudah sunyi karena sudah malam, sekitar jam 7 malam. Biasanya ketika semua sudah masuk kelas, sudah tidak ada lagi orang di lorong/koridor.



dari dua foto yang sama di atas, terlihat di jendela ada sosok yang ikut dipotret, berdiri di jendela ikut menatap kamera. Sekilas tidak ada yang aneh ya, karena bisa saja itu memang teman yang sedang diluar. Meski setelah ini, kami semua ternyata sudah masuk kelas duduk manis menanti dosen.


Keganjilan dan keanehan mulai terasa di foto di atas. Coba perhatikan dengan seksama, jendela kayu dimana sosok itu tertangkap kamera posisinya tertutup dan terkunci rapat. Tapi bisa saja kan kalau sosok itu berdiri dari balik jendela, iya kan? Namun coba perhatikan foto di bawah, foto sosok dia yang di zoom.



dari foto di atas, terlihat jendela tertutup oleh siluet tubuhnya. Artinya, dia berada di dalam jendela, ke arah kami. Bukan di belakang jendela. Tapi bagaimana mungkin demikian, sedangkan jendela dalam keadaan tertutup rapat. Setelah kami lihat dengan seksama, tidak ada dari kami yang mengenali sosoknya, wajahnya tidak nampak jelas.

2. Foto ketika kuliah siang


 Kalau yang ini, singkat aja. Selesai kuliah, foto bareng dengan bu Dosen. Aku (yang wajah bintang) sebelahan dengan mba Denok. Foto pertama, posisi aku samping dosen, mba Denok merangkul.


Nah keanehan terjadi pada foto selfie ini, ketika aku melakukan gaya seakan mau acungkan jempol sambil merangkul pundak mba Denok. Mba Denok orang pertama yang menyadari setelah melihat hasil foto, kok jari aku ada 6?



Nih, zoomnya. Dibelakang tanganku, ada sebuah jari ikut berfoto. Sekilas, besar jarinya dengan jari aku sama, tapi kulit aja yang beda. Yang jelas, itu bukan jari aku. Adapun mba Denok pada foto tersebut, posisinya di depan aku. Aku sembunyi di belakang punggung mba Denok. Maka sangat tidak mungkin kalau itu jarinya mba Denok. Lagipula, menurut mba Denok, pada foto itu tangannya bertumpu pada kursi bu Dosen biar ga oleng karena kami sama-sama membungkukkan badan.


Cuma itu aja sih. Ternyata, Aneh itu (memang) Nyata.

Kamis, 03 Januari 2019

Mencuci Dosa Adalah Dosa

Bismillah...

Langsung saja ya
Setiap anak Adam pasti berdosa. Namun mencuci dosa ala money laundry tidak menjadikan dosa itu hilang, malah mencuci dosa itu adalah dosa tersendiri. Karena itu termasuk mengelabui, menipu. Jadi dosanya sudah dua, dosa yang lebih dulu ada plus dosa karena mencuci dosa terdahulu itu.

Ngomongin apa sih...

Akalku yang sempit ini hampir-hampir tidak bisa menerima kenyataan melihat fenomena orang ramai-ramai berbuat dosa, dan kemudian mencuci dosa itu sebagaimana halnya kejahatan pencucian uang, dan seiring berlalunya waktu berharap dosa itu menjadi biasa bahkan menjadi (seolah) bukan dosa lagi. Menjadi hal yang lumrah. Oh no.

Zaman sekarang, melihat beberapa manusia yang dulunya aku kenal mereka akrab dengan agama, namun rupanya waktu telah menggerus banyak hal. Mereka manusia biasa juga sebagaimana kamu Titi! Of course. Makanya tulisan ini juga berlaku untuk diriku. Namun jujur ku akui, akalku inilah yang berontak, masih belum bisa menerima jika hal tersebut sudah bukan lagi menjadi sebuah dosa. Sepengetahuan aku, dosa itu tidak lekang oleh waktu. Dosa itu abadi. Sekali Dusta hukum asalnya adalah dosa, maka hingga akhir waktu Dusta pun tetap dosa. Adanya beberapa pengecualian, tidak serta merta membuat si Dusta itu berubah jadi mulia.

Barangkali orang-orang kebanyakan bisa menerima konsep dosa yang lebur dan terkikis hingga lenyap dari pandangan mata mereka, berganti menjadi suatu hal yang biasa. Tetapi tanyalah pada alam, apakah dosa bisa dicuci selain dengan taubat? Apakah dosa bisa dikelabui sehingga menjadi bersih dan lumrah? Alam akan menjawab dengan jujur, dan suara alam itu tidak didengar oleh telingamu, tapi hatimu.

Jadi, kepada (aku dan kalian) yang berdosa, namun (naudzubillah) ingin menutupi dosa itu dengan mengelabui manusia, Dosa tetaplah Dosa. Tiada jalan lain untuk bebas darinya selain mengakui, bertaubat dan mengadakan perbaikan. Terlebih jika dosa itu menyangkut dengan hamba Allah lainnya, kita wajib meminta keikhlasannya. Dosa tidak akan lenyap dengan mendiamkannya selama beberapa waktu, bahkan jika sampai berbilang abad sekalipun. Untuk golongan manusia tertentu, bahkan Allah sampai membuat "monumen" untuk manusia di masa depan mengenangnya sebagai dosa. Lihatlah Firaun, yang tubuhnya dijadikan Allah laksana monumen untuk mengenang perbuatannya. Allah berulang kali berfirman dalam Al Quran agar kita sebagai manusia mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana kesudahan dari kaum-kaum yang berdosa. 

Suatu kesalahan yang amat sangat jika menyerahkan pencucian sebuah dosa pada sang Waktu. Waktu mungkin bisa membuat lupa. Namun Waktu tidak mampu mengubah sebuah dosa menjadi sebuah kemuliaan. Alam tetap mencatatnya sebagai dosa. Hanya Taubatlah yang bisa mengubah dosa. Namun bukan taubat namanya jika ingin mengelabui manusia, melakukan seakan-akan dosa itu biasa, dan akhirnya hidup "happily ever after" dengan dosa tersebut. Bukanlah taubat, jika berslogan "kepalang basah, terusin aja mandi sekalian, mandinya tiap hari". Taubat itu jika kepalang basah, segera menarik diri dari kubangan dan membersihkan sisa-sisa air kubangan tersebut. Serta bertekad tidak ingin jatuh ke kubangan itu lagi selamanya.

Ingat, mencuci dosa hanyalah mengubah persepsi, bukan esensi.

Semoga kita sekalian dijadikan manusia yang senantiasa bertaubat, amiin ya robbal alamiin

Jumat, 07 September 2018

a Vision

bismillah...

Ini sekedar corat coret aja. Pernahkah mengalami sebuah mimpi atau lintasan bayangan yang kemudian menjadi kenyataan? Kadang berupa mimpi dalam tidur, kadang ketika sedang bangun tiba-tiba melintas bayangan tentang sesuatu kejadian, yang pada akhirnya kejadian itu menjadi kenyataan. Kadang mimpi, kadang hanya cuplikan kejadian, a vision. 

well, hal ini aku alami sejak masih remaja, tepatnya duduk di bangku SMP. Dan aku kasih tau ya, gak enak mengalami hal-hal seperti ini. Aku sendiri tidak mengerti mengapa bisa mengalami hal ini. Bahkan hingga dewasa dan berumah tangga hingga punya dua anak, aku masih saja mengalami visi seperti ini. Yang paling terakhir aku ingat aku mengalaminya lewat mimpi, yang keesokan harinya menjadi kenyataan, persis seperti mempi yang aku alami. Sedangkan pengalaman pertama ketika duduk di bangku SMP itu, aku "melihat" kejadian tersebut ketika sedang istirahat di kelas, sedang duduk bersama teman-teman. Aneh.

Sudah bertahun-tahun aku mengalaminya, barulah sekitar tahun 2012 aku menemukan blog yang mengupas tentang apa yang aku alami, Blog Enigma. Nih aku copaskan artikel dari blog Enigma tentang fenomena yang aku alami, yaitu Precognition Dream.

ini link artikelnya : 

Precognitive Dream - Fenomena mimpi yang menjadi kenyataan

Pernahkah kalian bermimpi pada suatu hari dan mimpi kalian menjadi kenyataan pada hari berikutnya ? 
Pernahkah kalian memimpikan terjadinya sebuah bencana dan bencana tersebut benar-benar
terjadi pada hari-hari berikutnya ? Fenomena inilah yang disebut precognitive dream,
mimpi yang berubah menjadi kenyataan. 

Fenomena ini memang tidak akan bisa dipahami sepenuhnya dari segi sains. Karena itu, ketika menulis
soal ini, kebanyakan sumber yang saya temukan adalah situs new age atau paranormal. Jadi, jangan
berharap tulisan ini dapat menjawab semua pertanyaan yang kalian miliki mengenai fenomena ini.

Saya akan mulai dari definisinya.

Precognitive Dream adalah sebuah mimpi yang memberikan kepada seseorang informasi mengenai apa
yang akan terjadi di masa depan.

Dengan kata lain, mimpi ini memiliki sifat meramalkan.

Precognitive Dream dan Manusia
Kebanyakan mimpi yang bersifat ramalan ini berkaitan dengan bencana, perang, pembunuhan, kecelakaan,
bahkan kuda pacu yang akan keluar sebagai pemenang. Namun, kadang hanya berhubungan dengan hal-hal
kecil yang terjadi di kemudian hari.

Oh ya, jika saya berbicara mengenai precognitive dream, saya tidak sedang berbicara mengenai
kemampuan khusus yang dimiliki oleh paranormal. Saya berbicara mengenai pengalaman yang dialami oleh
sebagian besar manusia di bumi ini, termasuk anda dan saya.

Pada konferensi Association for the Study of DreamsRobert Waggoner, seorang psikolog dan peneliti
mimpi, mengatakan bahwa precognitive dream mengabaikan status, jabatan, budaya dan agama.

Karena itu, siapa saja di dunia ini, selama ia adalah manusia dan masih hidup pasti bisa mengalaminya.
Yang berbeda hanyalah intensitas pengalaman tersebut.

Sebuah studi yang dilakukan oleh universitas Baylor menemukan bahwa 52 persen masyarakat percaya
dengan precognitive dream. Bahkan sebuah survei pernah menemukan adanya 66 persen responden yang
mengalami precognitive dream yang akurat.

Dalam sejarah, Abaham Lincoln pernah bermimpi melihat tubuhnya terbaring di sebuah peti mati, dua
minggu sebelum pembunuhannya. Lalu seorang insinyur dari Inggris bernama John Dunne pernah
memimpikan mengenai letusan sebuah gunung api di Perancis yang kemudian menjadi kenyataan.

Kategori Precognitive Dream

Menurut para peneliti yang sebagian besar adalah psikolog, tidak semua mimpi yang menjadi kenyataan
 dapat disebut sebagai precognitive. Untuk memenuhi syarat sebagai precognitive, maka mimpi yang
menjadi kenyataan itu TIDAK BOLEH memenuhi empat unsur di bawah ini, yaitu :
  1. Menjadi nyata karena probabilitas
  2. Sang pemimpi sudah mengetahui peristiwa tersebut akan terjadi.
  3. Self fulfilling prophecy
  4. Pengaruh Telepati
Akan saya jelaskan dibawah ini :

Menjadi nyata karena probabilitas.
Contohnya, kita membaca berita bahwa 3 hari lagi akan diadakan demo besar-besaran. Lalu malamnya, kita
bermimpi mengenai demo tersebut dan kita melihat terjadinya aksi lempar-lemparan batu antara pendemo
dengan polisi.

3 Hari kemudian, memang ada demo besar-besaran dan terjadi aksi lempar-lemparan batu.

Mimpi kita menjadi kenyataan, namun tidak bisa disebut precognitive karena probabilitas terjadinya aksi
anarki pada demo sangat tinggi.

Sang pemimpi sudah mengetahui mengenai kejadian tersebut.
Syarat ini memiliki contoh sama seperti di atas. Kita telah mengetahui akan terjadi demo sebelumnya.
Karena itu, ketika kita memimpikannya, kita tidak bisa menyebutnya sebagai precognitive.

Self fulfilling prophecy
Self Fulfilling prophecy (Ramalan yang dipenuhi sendiri) adalah sebuah prediksi yang secara langsung
ataupun tidak langsung menyebabkannya menjadi kenyataan.

Misalnya, ada sebuah ramalan palsu yang diberitakan. Namun ketika ia dideklarasikan sebagai
ramalan sejati, maka deklarasi ini mungkin akan mempengaruhi orang-orang untuk membuatnya menjadi
kenyataan.

Contoh paling sederhana adalah rumor.

Misalnya, di masyarakat beredar sebuah rumor bahwa bank enigmus (misalnya) mengalami kesulitan
likuiditas dan mungkin akan ditutup oleh pemerintah. Padahal kenyataannya bank enigmus sama sekali
tidak mengalami kesulitan keuangan apapun. Rumor itu dihembuskan oleh para pesaingnya untuk
menjatuhkan reputasi bank tersebut. Lalu para nasabah yang jumlahnya banyak menjadi khawatir dengan
rumor tersebut dan segera berbondong-bondong ke bank untuk menarik simpanan mereka.

Tebak, apa yang terjadi selanjutnya ?

Bank enigmus yang baik-baik saja mengalami kolaps karena penarikan dana secara besar-besaran. Bank
enigmus pun dilikuidasi (atau di bail out) oleh pemerintah. Dan nasabah pun akan berkata,"Ternyata rumor
tersebut benar !"

Inilah self fulfilling prophecy.

Jadi, Jika kalian memimpikan sebuah peristiwa dan turut serta dalam menjadikannya kenyataan, maka jelas
itu bukan precognitive.

Pengaruh telepati
Sigmund Freud, bapa psikoanalisa pernah mempelajari hubungan antara mimpi dan pikiran bawah sadar.
Ia pernah berkata "Adalah sebuah fakta yang tidak terbantahkan bahwa tidur merupakan kondisi yang
sangat baik untuk telepati."

Percaya atau tidak, pernyataan ini terbukti dari banyak eksperimen. Salah satunya adalah eksperimen
yang dilakukan oleh psikiater Italia bernama GC Ermacora dimana Ia berhasil memberikan pesan kepada
seseorang yang sedang tertidur dan bermimpi.

Jadi, dengan kata lain, mimpi seseorang bisa dipengaruhi oleh telepati. Tentu saja, jika mimpi yang
dialami berasal dari pengaruh telepati, maka mimpi tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai precognitive.

Precognitive Dream dan Tekanan Psikologi
"Para pemimpi yang mendapatkan mimpi precognitive sering mengatakan bahwa mereka merasakan
perasaan yang berbeda ketika mendapatkan mimpi itu dibanding dengan mimpi biasa." Kata EW Kellog
III.Ph.D.

Mereka juga akan menjadi sangat terganggu. Banyak juga yang melaporkan perasaan yang sangat nyata
setelah terbangun dan bahkan mereka benar-benar percaya bahwa mimpi itu akan segera terjadi.

Pemimpi yang lain mengatakan bahwa ingatan akan mimpi itu biasanya melekat terus di dalam pikiran
mereka selama bertahun-tahun. Karena itulah, banyak pemimpi precognitive yang depresi. Mereka
ketakutan karena berpikir bahwa sebuah kecelakaan terjadi karena mereka memimpikannya atau
memikirkannya.

Namun ketakutan ini tidak beralasan karena precognitive dream TIDAK menyebabkan sesuatu
terjadi. Precognitive dream HANYA menerima informasi mengenai apa yang akan terjadi di kemudian
hari.

Siapa yang biasa mengalaminya ?

Hasil uji scan terhadap otak menunjukkan bahwa manisfestasi precognition berasal dari bagian otak yang
mengontrol emosi. Pada individu yang memiliki emosi yang lebih terkendali, akurasi precognition juga
menjadi lebih tinggi.

Studi terbaru juga menunjukkan bahwa individu yang kreatif menunjukkan akurasi yang lebih tinggi atas uji
precognitive.

Lalu, pada artikel berjudul "Time : Exploring the Unexplained", penelitian menunjukkan bahwa mereka
yang secara aktif dan teratur mengikuti disiplin mental seperti yoga dan meditasi juga memiliki tingkat
akurasi precognitive yang tinggi.

Dari hasil studi ini, kita bisa menyimpulkan bahwa pemimpi precognitive jelas bukan orang gila atau
orang aneh, melainkan orang yang memiliki emosi yang terkendali dan kreatif.

Mendengar ini, mungkin kalian akan menjadi sedikit bangga menjadi seorang precog dreamer.

Teori-teori precognitive
Precognitive dream adalah sebuah fenomena yang belum bisa dijelaskan oleh sains secara sempurna.
Walaupun begitu, ketertarikan akan subyek ini telah bermula sejak masa Aristoteles. Pada masa yang lebih
modern sekarang ini, beberapa teori sains lahir untuk menjelaskan, atau paling tidak, memberikan sedikit
gambaran mengenai fenomena ini. Ini diantara teori-teori tersebut yang saya anggap cukup menarik.

Teori Frekuensi
Sebelum terjadi gempa, hewan-hewan akan berlarian keluar. Para ilmuwan percaya bahwa pergeseran
lempeng bumi telah menciptakan frekuensi yang dapat ditangkap oleh otak hewan. Bumi, dalam kondisi
normal memiliki frekuensi sekitar 7,83 hertz. Seseorang (atau hewan) yang selaras dengan frekuensi
tersebut dapat merasakan perubahan itu, karena itu mereka berlarian keluar.

Berdasarkan argumen ini, lahirlah teori frekuensi. Menurut teori ini, selama bermimpi, pikiran bawah
sadar kita mulai terbebas dari belenggu pikiran sadar dan mulai dapat mengontrol bagian otak yang
mengatur intuisi dan emosi. Dan hasilnya adalah "tune in" dengan frekuensi yang lain yang menyebabkan
terjadinya precognitive dream.

Masalahnya dengan teori ini adalah, apakah "waktu masa depan" memiliki frekuensinya sendiri ?

Sains tidak bisa menjawab ini.

Law of Large Numbers
Teori ini diajukan oleh seorang skeptis bernama Robert Todd Carroll, penulis buku "The Skeptic's
Dictionary'.
Ia mengatakannya sebagai berikut :

"Katakanlah, kemungkinannya adalah satu juta banding satu ketika seorang individu memimpikan

sebuah pesawat jatuh dan keesokan harinya sebuah pesawat benar-benar jatuh. Dengan adanya 6

milyar manusia yang memiliki sekitar 250 tema mimpi yang berbeda setiap malam, maka pastilah

akan ada sekitar 1,5 juta manusia dalam sehari yang memiliki mimpi yang sepertinya bersifat

meramalkan."
Bagi Robert, precognitive dream hanyalah sebuah kebetulan atau sebuah probabilitas yang muncul karena
hukum statistik.

Teori ini, sejalan dengan argumen lain yang menyebutkan bahwa keberhasilan precognitive dream
sebenarnya terjadi karena bias memori.

Bias Memori
Artinya, Memori kita hanya akan mengingat mimpi yang menjadi kenyataan dan melupakan mimpi yang
tidak menjadi kenyataan.

Ketika sebuah peristiwa terjadi, otomatis, sang pemimpi hanya mengingat mimpinya yang
akurat dan ia akan berkata,"Aku sudah pernah memimpikannya!" Tapi ketika mimpi itu tidak menjadi
kenyataan, ia akan segera melupakan mimpi tersebut.

Teori ini mungkin ada benarnya juga. Dalam salah satu eksperimen, subyek diminta untuk menulis mimpi
mereka dalam sebuah buku catatan. Hal ini dilakukan untuk mencegah memori selektif bekerja. Setelah
dibandingkan dengan peristiwa nyata, mimpi yang tercatat tersebut sepertinya kehilangan akurasinya.

Kesimpulannya, kita bermimpi banyak. Banyak yang tidak akurat dan sebagian akurat. Semuanya hanyalah
kebetulan semata.

Ya, saya tahu, kalian tidak puas dengan teori-teori ini. Tapi memang sains tidak bisa menjelaskan fenomena
ini dengan sempurna. Mau apa lagi ?

Sekarang, setelah sedikit mengasah otak dengan beberapa teori yang rumit, kita akan masuk ke dalam
pertanyaan terpentingnya, yaitu : why me ?

Mengapa precognitive dream terjadi ?
Ini adalah pertanyaan yang banyak ditanya oleh para pemimpi precognitive.

Sekali lagi, para peneliti tidak memiliki jawaban yang pasti. Mereka hanya mengatakan, Mungkin
mimpi itu terjadi sebagai bagian dari mekanisme pertahanan hidup manusia. Dengan suatu cara,
mereka diingatkan akan bahaya yang akan datang. Banyak kesaksian yang menyebutkan adanya
perubahan jadwal perjalanan tiba-tiba yang menyelamatkan seseorang dari bencana - Ingat film Final
Destination.

Lalu, kalian mungkin akan berkata,"Ya, itu mimpi yang berkaitan dengan diri kita sendiri. Bagaimana
dengan mimpi yang berkaitan dengan orang lain ? Bagaimana jika saya memimpikan mengenai
kecelakaan yang akan dialami oleh sahabat saya ?"

Saya tidak menemukan jawaban pertanyaan ini dari para ilmuwan. Tapi jika kalian bertanya kepada saya,
maka saya akan menjawab :

"Tuhan ingin memakai kalian untuk memperingatkan mereka. Jadi, angkat teleponmu dan hubungi dia !"

Precognitive Dream - Last Words
Kita bukan sebuah robot yang terdiri dari mesin-mesin mekanis. Kita adalah manusia yang terdiri dari darah,
 daging dan roh. Karena itu, manusia disebut juga makhluk spiritual.

Siapa yang bisa mengambil roh manusia dan menelitinya di bawah mikroskop ?

Sebagai makhluk spiritual, adalah hal yang wajar jika kita mengalami beberapa pengalaman spiritual.
Jika kita bisa memahami ini dan menerimanya apa adanya, maka mungkin kita bisa menjadi lebih tenang
dan bahagia.

Dalam kasus precognitive dream, saya lebih suka menganggapnya sebagai wilayah spiritual dibanding
sains.

Just food for thought :)


Kamis, 06 September 2018

Asunaro Hakusho : Serial Favorit Masa Remaja

http://asianwiki.com/Asunaro_Hakusho
bismillah...

Di era maraknya drama impor akhir 90an, serial Jepang telah lebih dulu mendapat tempat di hati pemirsanya. Ketika aku masih kanak-kanak, aku sudah nonton serial Oshin di TVRI dulu. Hingga aku remaja, serial Jepang (bukan serial untuk anak-anak ya) masih merajalela, terutama Indosiar yang sangat memanjakan permirsa serial Jepang. Aku ingat yang paling terkenal itu Tokyo Love Story. Tapi ntah kenapa perhatianku lebih terpusat pada serial satu ini, Asunaro Hakusho, yang ketika tayang di Indosiar diberi judul Ordinary People.

Barangkali karena mengusung tema persahabatan dan percintaan masa sekolah dan kuliah, maka sangat menarik minatku yang waktu itu masih duduk di bangku SMP. Menurut aku, para pemeran di Asunaro Hakusho ini lebih good looking, natural dan masing-masing berkarakter kuat. Mereka berlima, yaitu Narumi Sonoda, Kakei Tamotsu, Toride Osamu, Seika Higashiyama dan Matsuoka Junichiro.

Mereka juga datang dari latar belakang berbeda-beda. Ada si Kaya, si Biasa-Biasa dan si Miskin, seperti si Kakei, yang meskipun mencintai Narumi namun merasa tidak pantas karena berasal dari keluarga miskin dan hancur. Suka duka dan pasang surut, termasuk pertikaian mereka alami, hingga akhirnya kematian Junichiro membuat mereka tersadar bahwa hidup yang ada harus dihargai, teman-teman yang ada harus disyukuri.



http://jdrama-dvd.blogspot.com/2009/07/asunaro-hakusho.html


Foto di atas merupakan cuplikan adegan awal perkenalan Narumi dan Osamu. Osamu jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Narumi sejak perkenalan. Sepanjang film, Osamu menjadi lelaki yang paling tulus dan setia dalam menyayangi Narumi, meski Narumi sendiri tidak bisa mencintai Osamu walau sudah berusaha. Karena Narumi ternyata mencintai si Kakei. Kalo menurut aku sih, Narumi cocoknya sama Osamu, karena terbukti Osamu paling tulus dan paling mengerti Narumi. Kata-kata saktinya "kamu selalu bisa menjadi dirimu sendiri ketika sedang bersama aku". Osamu juga selalu hadir disaat-saat berat dalam hidup Narumi.

mydramalist.com/2694-ordinary-people/photos
Namun sayang Narumi tidak bisa membalas cinta Osamu. Dirinya justru melabuhkan hatinya pada Kakei, lelaki cenderung misterius, mempunyai "iblis' dalam dirinya (pengakuannya sendiri pada Junichiro), dan tidak setia serta plin plan dengan wanita lain. Heheheh sadis ya penilaian aku, yah memang.....coba nonton deh. Tapi entah mengapa tipe lelaki bad boy selalu jadi juara. Baik juara dalam merebut hati wanita, termasuk pula juara dalam membuat wanita menangis. Narumi sudah membuktikannya. Kakei memang tidak pintar memperlakukan wanita dengan baik. Mungkin latar belakang keluarganya yang berantakan serta hidupnya yang keras yang membentuk karakternya seperti itu. Kakei dan Osamu saling bersahabat namun juga saling bersaing dalam mendapat hati Narumi. Meski demikian, mereka sebenarnya saling mempersilahkan satu sama lain untuk memenangkan hati Narumi. Dalam hal ini aku masuk team Osamu, yang ternyata harus kecewa karena diakhir film ternyata Kakeilah yang berjodoh dengan Narumi.

http://ic83.blogspot.com/2011/04/ordinary-people-asunaro-hakusho.html


Selain Narumi, Osamu dan Kakei, ada juga karakter Seika dan Junichiro. Seika, cewe paling cantik dalam serial ini digambarkan sebagai sosok dewasa dan calm serta cerdas. Dia juga sebenarnya menaruh hati pada Kakei, namun akhirnya menambatkannya pada Junichiro, bahkan mereka mempunyai anak. Junichiro, si Pianis yang anak orang kaya yang rendah hati dan suka membantu. He's a nice guy menurut aku, hampir mirip Osamu, hanya saja pembawaannya lebih kalem. Namun sayang Junichiro menderita sakit gay, dan menaruh hati sama.................coba tebak deh.

Overall, selama nonton serial ini ada beberapa adegan yang lucu dan bikin tertawa terbahak-bahak, adegan menggelikan sekaligus adegan sedihnya. Btw karena ini serial dari luar, tentu budayanya beda. Banyak hal yang perlu disaring dari serial ini, karena budaya pergaulan bebas dan bahkan isu LGBT ada dalam serial ini. Sudah 20 tahun lebih sejak pertama kali aku nonton serial ini untuk pertama kali. Bahkan hingga kini masih suka nonton nostalgia. Nostalgiaaaaa









Senin, 05 Maret 2018

Ordinary World : Jangan Menangisi Hari Kemarin

"Ordinary World"

Came in from a rainy Thursday
On the avenue
Thought I heard you talking softly

I turned on the lights, the TV
And the radio
Still I can't escape the ghost of you

What has happened to it all?
Crazy, some'd say
Where is the life that I recognize?
Gone away

But I won't cry for yesterday
There's an ordinary world
Somehow I have to find
And as I try to make my way
To the ordinary world
I will learn to survive

Passion or coincidence
Once prompted you to say
"Pride will tear us both apart"
Well now pride's gone out the window
Cross the rooftops
Run away
Left me in the vacuum of my heart

What is happening to me?
Crazy, some'd say
Where is my friend when I need you most?
Gone away

But I won't cry for yesterday
There's an ordinary world
Somehow I have to find
And as I try to make my way
To the ordinary world
I will learn to survive

Papers in the roadside
Tell of suffering and greed
Here today, forgot tomorrow
Ooh, here besides the news
Of holy war and holy need
Ours is just a little sorrowed talk

And I don't cry for yesterday
There's an ordinary world
Somehow I have to find
And as I try to make my way
To the ordinary world
I will learn to survive

Every one
Is my world, I will learn to survive
Any one
Is my world, I will learn to survive
Any one
Is my world
Every one
Is my world




Bismillah...
Pertama dengar lagu dari band Duran-Duran ini sekitar tahun 1993 ketika masih SD. Ketika itu aku masih belum mengerti bahasa Inggris kecuali yes no doang, tapi dengar irama lagu ini kok berasa "magis" gitu. Tidak ada bagian yang klimaks dimana vokalisnya melengkingkan suara seperti lazimnya band rock 80-an dan 90-an, namun irama yang cenderung datar dan konstan ini justru terasa dekat, bersahabat dan bersahaja serta membumi. Setidaknya itulah feeling aku tentang lagu ini. Kemudian dari video klipnya yang menampilkan gadis berbaju bahu terbuka memegang buket bunga tengah berjalan-jalan, seakan mengajak kita untuk melihat perjalanan kita sehari-hari.

Meski iramanya datar dan easy listening, namun tetap ada unsur dramatis dalam lagu ini, setidaknya menurut kuping aku. Petikan gitar di bagian intro kemudian diulang-ulang setelah refrain terasa sangat menyentuh, menjadi salah satu "tanda pengenal" paling akrab dari lagu ini. 

Kemudian tentang liriknya, tentang cerita dalam lagu ini, benar saja dugaanku, tentang menghadapi hidup yang berliku hingga terasa extra ordinary, padahal ada hidup yang (kelihatannya) ordinary di luar sana. Perjuangan mengejar hidup yang normal ternyata berliku, namun dibutuhkan hati yang kuat dan tidak baperan. Yeah like they said "but i won't cry for yesterday...". Optimisme...itulah nilai yang menjalariku ketika dengar lagu ini. Lagu ini mengandung kesedihan, kepedihan namun optimismenya luar biasa. 

Sepanjang langkah kaki mengayun, menorehkan ribuan kenangan, jutaan harapan yang patah, sepenggal hati yang hancur, namun tetaplah jangan menangisi hari kemarin. Dan tetaplah bertahan. Cheerss

Rabu, 09 Agustus 2017

Bocil, Ummi dan Imunisasi

Bismillah...

Sekarang lagi musim imunisasi ya. Anak-anak teman dan tetangga sudah pada diimunisasi di sekolahnya masing-masing. Sekolah Bocil juga ada imunisasi tapi jadwalnya minggu depan sih.

Pengalaman tahun lalu si Kakak Umar mau diimunisasi, jauh-jauh hari aku sudah kondisikan dia, aku ceritakan apa itu imunisasi. Aku bangun keberaniannya untuk tidak cengeng. Bahkan aku minta supaya request giliran pertama disuntik duluan, biar gak horor liat teman-temannya nangis disuntik duluan. Tapi kayaknya pada hari H, si Umar tidak mendapat giliran pertama deh. Aku ajari juga trik relaksasi supaya disuntik terasa lumayan enak alias mengurangi sakit, yaitu sesaat sebelum jarum masuk, aku minta dia menarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan lewat mulut ketika jarumnya menancap. Otot yang relaks akan mengurangi rasa stres dan sakit, kira-kira begitulah. Aku larang Umar menahan nafas (hehehe halah padahal ini mah umminya yang paranoid). Kenyataannya pas hari H, Umar terlihat enjoy dan sukses tidak menangis apalagi jejeritan maupun kabur. Terlihat dari foto yang dikirim gurunya ke whatsapp, terlihat Umarku ceria dan masih saja bermain ala anak lelaki.

Tahun ini, ketambahan lagi si Dede Nadia juga akan diimunisasi karena tahun ini Nad sudah kelas 1 SD. Sebagaimana pengalamanku terhadap Umar, aku jauh-jauh hari juga sudah mengenalkan tentang imunisasi kepada Nadia. bahkan lebih terperinci seperti kenapa jarum suntik harus tajam, kenapa harus diolesi alkohol sebelum disuntik. Si Nadia termasuk anak penakut, bahkan untuk minum obat saja mesti minta digenggam tangannya saking merasa takutnya, apatah lagi disuntik ya. Tak lupa juga aku ajari trik relaksasi seperti yang dulu kuajarkan ke Umar. Plus aku tambahin, kalau bisa Nadia ikut menghibur teman-temannya bila ada yang menangis, atau menggandeng temannya bila ada yang takut menghadap ke petugas medis untuk disuntik, maklum Nadia itu anaknya berjiwa sosial yang tinggi. Semoga berhasil ya... setidaknya mengurangi rasa takutnya.

Teringat pengalaman aku dulu sewaktu imunisasi kelas 1 SD, tiada pemberitahuan (setidaknya ke aku dan anak-anak lain), tahu-tahu paramedis sudah nongol aja di kelas. Aku ketakutan deh pokoknya, nangis bahkan mau masuk ke laci meja, sembunyi disitu. Karena itu maka aku dapat giliran paling akhir, tambah horor deh aku lihat teman-teman jejeritan dan berusaha kabur menolak disuntik. Usai disuntik seingatku paramedisnya aku omelin (hahaha maaf yaa) lalu aku dibujuk oleh Bu Guru wali kelas, dipangku dan rambutku dikepangnya sampai aku berhenti menangis. Sedangkan pengalaman imunisasi kelas 6, wah jelas beda donk. Aku cool banget disuntiknya, bahkan maju sendiri minta disuntik. Semua pengalamanku itu aku ceritain ke Bocil biar mereka tahu kejadian sewaktu Umminya diimunisasi, juga biar aku ada alasan memotivasi mereka agar jadi lebih hebat dari Ummi (pengalaman yang kelas 1 SD heheheh).