tessssss

Minggu, 20 Maret 2016

Ternyata Aku (Rupanya) Introvert



Bismillah.... sebuah artikel dari isigood.com tentang ciri orang introvert. Ternyata aku (mungkin) masuk kategori Introvert hehe.. salah satu ciri yang paling lekat dengan aku, yaitu aku tidak terlalu menyukai keramaian. Dan aku hobi menyendiri serta bisa menikmati kesendirian itu. Simak aja ya


Kalau Kamu Memiliki 14 Ciri Ini Artinya Kamu Seorang Introvert, Bukan Pemalu!


[ISIGOOD.COM] Banyak orang yang mengira bahwa Introvert dan pemalu adalah hal yang sama. Saya pun berpikiran seperti itu. Tapi Sebenarnya tidak demikian. Jika selama ini kamu merasa kamu adalah tipikal pemalu, tunggu dulu, jangan seyakin itu.
Ada 14 ciri yang harus kamu pahami terlebih dulu. Jika ternyata kamu memiliki 14 ciri ini, artinya kamu bukan seorang pemalu. Tapi seorang Introvert.

Introvert sangat menikmati me time

Seringkali Introvert merasa ingin sendiri dan menikmati kesenderian. Saat seperti ini, Introvertbiasanya menggunakan waktu untuk merenung dan memikirkan sesuatu secara dalam.

Introvert tidak menyukai pembicaraan yang ringan

Seorang Introvert adalah tipe pemikir. Dia lebih memilih membicarakan hal-hal substantif ketimbang obrolan ringan. Lebih suka membahas sesuatu yang berat seperti kehidupan, ide, teori atau tujuan hidup. Tapi dia bisa menjadi pendengar yang baik. Artinya, jika seseorang membicarakan hal ringan, dia mungkin tidak bisa terlibat dalam pembahasan itu. Tapi membuat orang nyaman dengan menjadi pendengar saja.

Introvert tidak menyukai dering Handphone

Introvert bukan seseorang yang nyaman untuk ngobrol lewat telfon. Dia bahkan tidak dengan mudah menerima telfon dari sahabat atau bahkan keluarganya. Dia sering merasa bahwa dering telfon begitu mengganggu konsentrasinya yang sedang fokus terhadap sesuatu. Hanya kepada orang-orang tertentu dia bisa ngibrol enak lewat telfon. Dengan orang itulah dia biasa menghabiskan waktu lama untuk berbicara.

Introvert tidak langsung membalas pesan dari seseorang

Ketika kamu tahu bahwa ada seseorang yang mengirimimu pesan, kamu tidak langsung membalasnya. Meskipun mungkin itu adalah pesan dari keluarga. Kamu memilih untuk membalas pesan itu dalam konsentrasi penuh dan tidak sedang membagi waktu dengan aktivitas lain. Sehingga kamu akan membalas pesan dengan bahasa dan substansi yang baik.

Introvert merasa keramaian membuatnya gila


Kamu lebih suka berkomunikasi secara personal. Bukan karena kamu takut dengan kerumunan orang. Kamu hanya merasa komunikasi personal akan bisa membicarakan sesuatu dengan lebih dalam. Kamu merasa tidak sabar untuk pulang saja jika terjebak dalam kumpulan orang yang membicarakan hal tidak penting.

Introvert bukan orang yang anti-sosial, tapi  seorang yang selektif

Introvert bukan orang yang anti untuk bersosial dengan orang lain. Dia hanya cenderung lebih berhati-hati. Menjalani pertemanan dengan ritme yang pelan, karena kamu ingin tahu betul karakter dari seorang teman sebelum kamu berhubungan terlalu akrab dengannya. Kamu membuka diri hanya untuk orang-orang tertentu saja.

Introvert lebih nyaman untuk hang  out  dengan sedikit orang

Kamu jarang sekali datang ke acara yang menghadirkan banyak orang dan keramaian. Mungkin sesekali kamu akan datang ke acara seperti itu, tapi itu sangat jarang. Kamu lebih suka untuk pergi dengan sedikit orang saja, karena dengan begitu kamu akan mendapatkan intimasi.

Introvert suka mengamati keadaan sekitar dengan sangat cermat


Kamu suka sekali mengamati lingkugan sekitar dengan detail. Kamu mencoba menyelami dan mencari tahu tentang apapun yang terjadi dengan hal-hal di sekitarmu. Kamu suka mengamati orang yang lalu lalang sambil memikirkan apa kira-kira yang dipikirkan orang tersebut. Kamu sering mencoba mencari jawaban tentang apapun di sekitarmu. Orang yang bukan Introvert biasanya tidak memikirkan hal tersebut.

Introvert adalah pendengar yang sangat baik dan sangat serius ketika mendengarkan

Introvert adalah pendengar yang sangat hebat. Dia mendengarkan, mengamat dan memahami. Tapi dia tidak dengan mudah memberikan jawaban atau respon. Dia hanya akan memberikan respon jika seseorang meminta responnya.

Introvert akan banyak berpikir sebelum berbicara

Introvert adalah orang yang berhati-hati dalam berbicara. Dia akan berpikir dan menghindari menyampaikan sesuatu yang sia-sia. Setiap membuat argumen, dia akan berusaha untuk membuat argumen yang sangat berbobot dan bermutu.

Introvert cenderung suka menulis


Introvert cenderung lebih suka untuk berkomunikasi lewat tulisan daripada lisan. Misalnya untuk mengklarifikasi atau menjelaskan sesuatu melalui tulisan.

Introvert adalah perencana yang sangat baik

Introvert biasanya cermat dalam merancang sebuah rencana kemudian menjalani kehidupan secara teratur seperti yang sudah direncanakan.

Jago nebak karakter orang

Intorver adalah orang yang sangat jeli dalam menebak karakter seseorang. Dari penampilan atau sikap orang, dia sudah bisa menebak sifat dari orang tersebut. Ini terjadi karena dia sering sekali memperhatikan seseorang.

Sahabat yang sangat loyal


Ya, yang jelas, Introvert adalah sahabat setia. Karena dia memang sejak awal selektif dalam mencai sahabat dan tidak bergaul dengan terlalu banyak orang. Sehinga dia akan sangat setia ketika merasa menemukan seseorang yang sangat  tepat untuk dijadikan sahabat.
Disarikan dari www.lifehack.org

Rabu, 16 Maret 2016

Edisi Kuliner Manado di Jakarta : Kuah Asam Ikan Tongkol

Bismillah...

Dimanapun aku berada, kuliner khas Manado selalu ada di hati dan selalu dirindukan. Biar kate di sini ada banyak juga kuliner nyang enak, tetep lidah ini selalu kangen masakan Manado hehehe...

Dan karena kuliner Manado itu banyak berupa olahan ikan, maka berburulah aku ke pasar yang kebetulan dekat rumah. Disini, kuliner ikan kurang populer. Paling yang ada biasanya bandeng ama lele, dua jenis ikan yang justru aku gak doyan. Akupun awalnya agak galau dengar cerita teman di Badilag, katanya susah cari ikan laut enak disini karena ikannya udah mati berkali-kali hehehe apa pula nih. Kalaupun disini ada olahan ikan laut semacam tongkol, rasanya masih mengandung amis. Yeah beneran, aku pernah coba beli ikan tongkol disambelin disebuah warteg, ternyata rasa ikannya masih ada amisnya. Padahal sudah disambelin tapi tetep ga bisa nutupin amis ikannya. Rasanya jadi pengen -maaf- muntah aja. Kembali ke berburu ikan di pasar, ternyata di pasar dekat rumah pilihan ikannya ga banyak. Akupun mencari-cari sekiranya ada ikan cakalang disini hehehe (berharap ini masih di Manado), pilihanku pun jatuh ke ikan tongkol karena mirip banget dengan ikan cakalang, ikan kebangsaan kota Manado heheheh. Aku pilih yang bagian matanya masih putih karena katanya konon masih bagus kondisi ikannya. Karena aku akan memasak Kuah Asam untuk anak-anak dan Woku Belanga untuk suami, maka bumbu yang kubeli selain RTB (rica tomat bawang) juga jahe, kunyit, kemiri, daun bawang, sereh, kemangi serta daun kunyit plus jeruk nipis dan daun jeruk.

Alhamdulillah, aku masak dibantu suami. Hasilnya? masih mendidih aja baunya udah semerbak kemana-mana. Anak-anak sukaaaa banget dengan kuah asam dan suami juga suka dengan woku belanganya, makannya semua pada nambah hehehe. Langsung hilang deh capenya. Dan ketika aku mencicipinya, rasanya gak jauh beda dengan yang di Manado. Ya iyyalah bumbunya juga sama kok. Ikannya gak amis. Resep menghilangkan amis ikan sangat sederhana, yaitu setelah dibersihkan, dipotong dan dicuci, ikan dibaluri dengan garam dan perasan air jeruk nipis atau juga lemon. So simple! Dijamin bau amis ikan lenyap dengan tidak menghilangkan bau khas ikan yang enak.

Memasak Kuah Asam khas Manado sangat sederhana, aku juga pilih resep versi sederhana saja. Ikan direbus bersama bumbu yang terdiri dari irisan bawang merah, irisan daun bawang, daun kemangi, irisan cabe rawit (disesuaikan jumlahnya tergantung ingin pedas apa engga), irisan tomat, irisan daun kunyit, serta sereh dibelah. Mengapa kuah asam tapi tidak menambahkan cuka atau asam jawa agar asam? Karena asamnya ini pure berasal dari irisan tomat. Agar asamnya mantap, jumlah tomatnya dilebihkan. Kira-kira untuk air ukuran 1 liter, tomatnya ukuran sedang bisa sampe 7 buah.

Adapun memasak Woku Belanga, bumbunya mirip dengan kuah asam hanya saja ada tambahan cabe rawit, cabe merah, bawang merah, jahe dan dikit kunyit plus kemiri  dihaluskan lalu ditumis bersama sereh hingga harum, baru deh masukin bumbu yang diiris yaitu daun bawang, daun kunyit, daun jeruk serta ditambahkan kemangi yang cukup banyak. Pokoke penuh dengan dedaunan deh masakanku hehehe. Masukinnya bersamaan dengan daging ikan dan diaduk-aduk hingga merata lalu tambahkan air sedikit agar menghasilkan kuah kental, lalu ditutup sekitar 3 menitan deh hingga mendidih kuahnya. 

Next aku ingin mengeksplore lagi kuliner Manado disini. Sebagai pelepas rindu, juga agar anak-anakku terbiasa dengan makanan olahan ikan laut khas Manado yang sangat jarang di Jakarta ini.


Gambar di atas itu tampilan Kuah Asam. Adapun Woku Belanga aku tidak sempat memfotonya karena keburu habis hehehehe

Minggu, 06 Maret 2016

The Revenant, ternyata bukan tentang balas dendam

Bismillah...
Udah 2 bulan nih gak posting tulisan. Sekarang aku ingin menulis tentang film The Revenant yang dibintangi Leonardo Dicaprio. Awalnya aku gak terlalu ngeh dengan film ini,tapi karena rame kemarin sehabis perhelatan Oscar 2016 bahwa si Leo meraih Oscars pertamanya jadi Best Actor lewat film ini, jadi pengen liat deh kayak apa filmnya.

Awal film ini aku cukup tergugah dengan lantunan kata-kata si Hugh Glass pada anaknya yang baru saja ditinggal mati ibunya. Bahwa ayahnya akan selalu bersama dia dan selama napas masih ada maka harus terus berjuang. Sebuah kalimat sederhana namun sangat dalam. Hal yang sangat langka terjadi zaman sekarang, dimana anak sekecil itu sudah diberi motivasi seperti itu. Kemudian adegan pertempuran kelompok yang dipandu Glass dengan kelompok suku yang lain,adegan memanah, sungguh bikin ngeri, hehe ternyata itu adalah awal dari kemunculan berbagai adegan "ngeri" dalam film ini, seperti adegan Glass dicabik-cabik beruang, adegan luka-luka Glass dan tentu saja adegan klimaks film yaitu perkelahian Glass dengan Fitz yang sudah mengkhianatinya. Pokoknya dalam film ini Leo penuh dengan luka deh hehe. Saluttt buat "penata rias" film ini yang sukses menampilkan detil-detil luka jadi nampak alami dan rasional, walaupun tentu saja tetap mengerikan untuk dilihat. Tanpa kusadari, ternyata selama film berlangsung, gaya dudukku si kursi udah miring-miring gak karuan, karena menahan ngeri melihat tiap kali Glass dapat luka hehe.

Sepeninggal istrinya yang suku indian,Glass hanya punya sang anak, Hawk. Dan adalah suatu kepedihan luar biasa manakala sang anak yang membela ayahnya, tewas ditikam oleh sang pengkhianat dalam kelompoknya, disaat Glass sedang tidak berdaya. Bahkan bersuara pun tidak mampu. Namun kepedihan itu membangkitkan kekuatan dalam dirinya untuk mencari dan menemukan sang pengkhianat. Seperi kata-katanya pada sang anak yang telah tiada, bahwa selama masih bernafas maka harus terus berjuang. Maka film pun mulai memutarkan perjalanan panjang Glass untuk bangkit dari "kuburnya" dan mencari sang pembunuh anaknya. Petualangan dimulai. Selama itu pula, film memutarkan cerita tentang bagaimana keras dan kejamnya survive di hutan, bagaimana cara bertahan, disamping itu juga menampilkan pemandangan hutan yang menakjubkan yang sangat memanjakan mataku.

Pada akhirnya, Glass memang dipertemukan dengan pembunuh anaknya,Fitzgerald. Mereka pun bertarung satu lawan satu di tepi sungai. Kembali luka demi luka ditorehkan baik pada tubuh Glass maupun Fitz. Namun saat Glass mendapat kesempatan untuk menuntaskan dendamnya, ia menaham diri dan berucap bahwa hanya Tuhanlah yang berhak membalas dendam. Lalu ia pun melepas tubuh Fitz ke sungai, hingga akhirnya Fitz ditangkap oleh suku Indian dan dibunuh. Fiuhhh........

Dendam memang sangat membara. Hingga mampu jadi energi untuk menggerakkan seorang manusia. Namun benar kata Fitz, disaat Glass sudah memposisikan diri di atas dirinya, Fitz sempat berucap, pembalasan dendam pun tidak akan mampu menghidupkan kembali Hawk. Ya, terus terang hatiku tersentuh. Untuk apa membabi buta jika itu tidak akan mengembalikan sesuatu yang sudah hilang. Maka di jawab oleh Glass, hanya Tuhan yang berhak membalas dendam. Dan Dialah sebaik-baik Pembalas (aku menambahkan). Maka sudah seharusnya manusia yang berakal, lebih takut saat kezalimannya tidak dibalas oleh yang terzalimi. Karena sejatinya mereka menitipkan nama sang pezalim itu pada Dia yang menguasai seluruh kekuatan alam semesta.

Dan film pun berakhir dengan desahan nafas Glass... Melihat bayangan istrinya tersenyum...

Aktor Leonardo Dicaprio tampil total dalam film ini. Leo yang seorang vegetarian pun rela mengunyah daging mentah dalam adegan dia survive di hutan. Dan aku cukup shock si Tom Hardy yang gentleman dalam film Mad Max bisa jadi sangat menjengkelkan dalam film ini sebagai Fitz. Dan satu yang tidak bisa dilupakan, adegan beruang mencabik Glass itu sangat luar biasa dan membinasakan hehe maka tak heran The Revenant meraih penghargaan Visual Effect Society Awards 2016 untuk adegan tersebut. Hanya satu yang kusayangkan, meski meraih Best Actor dan Best Director, toh The Revenant gagal meraih Best Picture pada Oscars 2016. Sungguh disayangkan. Namun aku ikut senang si Leo akhirnya meraih Oscar pertamanya sepanjang karirnya. Selamat ya

Kamis, 07 Januari 2016

Sederhananya kebahagiaan itu

Bismillah...

Hari ini, bertepatan hari Jumat dimana MA rutin mengadakan senam pagi, aku mengalami sebuah pengalaman simpel tapi maknanya tajam.

Ceritanya sudah 3 bulan ini sejak aku hijrah ke Jakarta aku tidak lagi makan nasi kuning. Padahal sewaktu di Manado nasi kuning itu menu favoritku, apalagi nasi kuning Tanteku di jalan samrat kios 142 (eh udah promosi nih) tiada duanya deh enaknya. Balik lagi ke aku yang sudah "puasa" nasi kuning 3 bulan di Jakarta, sudah seminggu terakhir ini aku sering berkeluh kesah ke suami kalo aku kepengen banget makan nasi kuning. Beliau pun janji weekend nanti akan antar aku hunting nasi kuning. Maklum di ceger dan japos deket rumah sangat susah nyari nasi kuning. Adanya nasi uduk di sepanjang mata memandang hehe...

Bahkan semalem pun kami mengobrol masih membahas topik yang sama yaitu kerinduanku pada nasi kuning.

Hari jumat pagi ini, tidak seperti biasanya aku ke kantor tidak menyiapkan sarapan, baik buat sendiri ataupun beli. Rasanya malas aja, gak tau mau makan apa. Jadilah aku ke kantor tanpa bekal, di bis perutku mulai keroncongan, terbayang biskuit di laci meja, ah makan itu aja. Habis gak punya ide mau makan apa. Padahal pagi ini aku mau senam aerobik di MA. Akhirnya setiba di kantor aku memakan beberapa keping biskuit, lalu dengan agak enggan akupun ikut senam aerobik. Seperti biasa, Mahkamah Agung yang baik hati selalu menyiapkan menu sarapan gratis bagi peserta senam. Akupun mengambil kotak itu, ah paling juga bubur ayam, ya sudah ku makan saja bubur ayam meski sebenarnya aku tak terlalu suka bubur ayam. Habis lapar banget sih, cuma ganjal biskuit terus senam. Pas sampe ruangan, begitu ku buka kotaknya...tadaaaa!!!!! NASI KUNING!!!! akupun terbelalak dan gak sadar memekik sendiri alhamdulillah gak percaya dengan pemandangan dalam kotak. Sesuatu yang selama ini ku idam-idamkan, dan kebetulan akupun dalam keadaan sangat lapar.

Hatikupun meleleh dan tak sadar mata jadi berkaca-kaca. Bukan, bukannya aku lebay ato drama queen dengan menangis karena nasi kuning. Ini bukan hanya tentang nasi kuning semata, tapi bagaimana kita terharu dengan rencana indah Allah dalam hidup kita. Hingga hal simpel seperti nasi kuning saja sudah cukup untuk menggambarkan kekuasaan Allah, dan indahnya rasa bahagia saat Allah mengabulkan keinginan kita. Yah, walau ini hanya sekotak nasi kuning, tapi sudah sanggup buat aku meleleh. Bahagianya mungkin mirip seperti kita dapat uang kaget gitu hehe maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang mau kita dustakan?

Ternyata untuk bahagia itu tidak perlu rumit ya, bahagia itu ternyata sangat simpel, sangat sederhana. Dan bahagia itu juga ternyata murah ya. Hanya dengan sekotak nasi kuning yang harganya mungkin tidak sampai puluhan ribu, tapi pengalaman batinnya terasa mahal dan kaya. Yeahh, aku baru sadar bahagia itu adalah sebuah pengalaman batin, dan hati lah yang merasakannya. Fisik dan benda itu hanya sarananya saja. Makanya ada segelintir orang yang punya banyak harta dan kemewahan tapi hidupnya hampa, tidak bahagia. Ya karena itu tadi, bahagia itu sebuah pengalaman di batin, bukan hanya di lahir saja.

Aku terharu bukan hanya soal nasi kuning saja, tapi tentang Allah yang sayang pada ku. Syukur Alhamdulillah ya Allah....... #nyamnyam

Selasa, 08 Desember 2015

Legends Of the Fall, ketika darah lebih kental dari air

Bismillah...

Pertama kali nonton film ini sewaktu aku SMU sekitar tahun 1997 di sebuah TV swasta. Awalnya gak niat buat begadang nonton sampai habis, niat awalnya cuman mau nonton sebentar trus bobo (soalnya filnya mulai di atas jam 9 malam), tapi malah gak bisa berhenti nonton karena ceritanya keren. Film ini diproduksi tahun 1994.

Tokoh utamanya adalah Tristan, si anak tengah dari 3 bersaudara anak seorang veteran tentara Kolonel Ludlow, yang memilih tinggal di sebuah peternakan di daerah Montana. Tristan mempunyai kakak Alfred dan adik Samuel. Mereka bertiga sangat kompak dan saling menyayangi dengan sifatnya masing-masing. Alfred yang bijak dan selalu hidup sesuai aturan, Tristan yang kebalikannya, agak liar, serta Samuel yang khas anak bungsu, naif dan cenderung manja.

Ketika mereka beranjak dewasa, masuklah Susannah dalam hidup mereka sebagai tunangan Samuel. Setelah berkenalan dengan kakak-kakak Samuel, diam-diam Susannah menaruh simpati pada Tristan. Gayanya yang ngasal dan liar ternyata adalah kharisma yang kuat menjadi magnet menarik Susannah. Biasalah, cewe-cewe selalu terpikat dan penasaran pada cowo tipe bad boy hehe

Cobaan mulai datang menerpa tiga Ludlow bersaudara karena mereka bertiga ternyata menyukai Susannah, dan ketika Samuel tewas dalam perang, Tristan jadian dengan Susannah. Alfred kalah oleh Tristan, namun kedewasaannya sebagai anak sulung aku angkat jempol deh. Nah yang jadi masalah nih si Tristan yang labil pasca tewasnya Samuel. Dia yang sangat terpukul dan dikejar rasa bersalah karena tidak dapat menyelamatkann Samuel saat perang, akhirnya memilih pergi dari rumah untuk menghilangkan traumanya, meninggalkan Susannah. Tambah kacau deh. Susannah yang memang sejak awal sudah naksir Tristan harus menerima kenyataan ditinggal dan digantung. Awalnya Tristan rutin mengirim surat, tapi akhirnya tidak berkabar lagi hingga akhirnya datang surat terakhirnya yang menyuruh Susannah melupakannya dan menikah dengan orang lain saja. Hancurlah hati Susannah. Saat itulah Alfred yang sudah mapan  dan calon anggota dewan, datang untuk menolong dan akhirnya menikahi Susannah. Mendapati kenyataan ini, Kolonel Ludlow marah pada Alfred dan Susannah. Menurutnya Susannah masihlah calon istri Tristan. Namun dengan kenyataan bahwa Tristanlah yang meninggalkan Susannah, Kolonel Ludlow pun stres kepikiran hingga akhirnya menderita stroke.

Kolonel Ludlow sangat menyayangi anak-anaknya, namun dia akhirnya berkonflik juga dengan Alfred, selain keputusan Alfred menikahi Susannah juga soal keputusan Alfred untuk menjadi anggota dewan. Kolonel Ludlow adalah seorang veteran tentara yang berubah menjadi anti pemerintah yang menindas suku Indian. Dia tidak pernah merestui keputusan Alfred untuk menjadi anggota dewan.

Singkat cerita, hubungan Alfred dan sang ayah serta Tristan pun memburuk. Berbagai peristiwa terjadi kemudian yang menjadikan hubungan mereka mulai membaik. Sekembali Tristan dari pengembarannya, dia menikah dengan Isabel Two, gadis indian yang dibesarkan serta dianggap anak sendiri oleh kolonel Ludlow. Isabel ini juga sejak kecil sangat memuja Tristan. Sayang kebahagiaan mereka tidaklah lama, Isabel meninggal tertembak oleh kolega Alfred yang tidak senang dengan usaha Tristan dalam bisnis minuman alkohol. Tristan yang sempat masuk tahanan, begitu bebas ia pun membalas dendam dan membunuh adik dari kolega Alfred tersebut. Kolega Alfred itu akhirnya datang ke rumah kolonel Ludlow mencari Tristan dan akan membunuhnya, dengan mengajak sherrif dan polisi yang sudah dia suap. Diam-diam Alfred juga datang untuk membela keluarganya, membela ayah dan adik kandungnya dan membunuh koleganya sendiri.

Darah memang lebih kental dari air. Film ini menginspirasikan itu, bahwa walau bagaimana pun, keluarga adalah tempat kembali kita. Sedekat apapun kita dengan kolega dan sahabat  kita, namun tidak bisa mengalahkan keluarga. Kita boleh saja berkonflik dengan keluarga, dengan saudara atau orang tua, namun kekentalan darah akan selalu menarik kita untuk kembali. Alfred pada akhirnya sadar, Tristan yang liar dan ayahnya yang selalu membela Tristan, adalah tempat kembalinya setelah kematian Susannah. Dia pada akhirnya paham bahwa koleganya yang selama ini mendukungnya hanyalah semu semata demi kepentingan.

Entah mengapa sosok Tristan yang selalu menganggap dirinya sendiri sebagai pembawa sial dalam keluarganya, malah menjadi yang paling disayangi. Bahkan semarah-marahnya Alfred pada Tristan, pada akhirnya tetap bersatu sebagai kakak dan adik. Sebuah ungkapan tokoh indian One Stab yang dalam film ini selain memerankan juga menjadi narator, bahwa Tristan itu ibarat batu besar yang keras, dan semua orang yang menyayanginya ibarat membenturkan tubuh mereka pada batu tersebut, alias akan menderita dan hancur karenanya. Itulah yang terjadi pada Kolonel Ludlow, Alfred, Susannah bahkan Isabel Two.

Ada banyak adegan menyentuh dalam film ini. Beberapa di antaranya adalah adegan saat Tristan pulang dari pengembarannya yang sangat lama, kedatangannya dengan diiringi puluhan kuda dengan latar musik yang megah membawa nuansa optimisme dan kebahagiaan ke ranch Kolonel Ludlow yang selama ini gersang dan seakan mati saat sang Kolonel jatuh sakit. Para penghuni ranch sangat bersuka cita dengan kepulangan tristan, dan suka cita itu menjalar hingga ke aku sebagai penonton karena teknik pengambilan gambar dan latar musik tadi yang sangat bagus. hehe. Adegan menyentuh lainnya yaitu saat Alfred diam-diam kembali ke peternakan Kolonel Ludlow karena tau koleganya akan mengeksekusi Tristan, dan dengan heroik ia menembak Sherrif korup yang bersiap membunuh Kolonel Ludlow. Sangat mengejutkan. Hingga Kolonel Ludlow pun akhirnya berterima kasih dan menerima Alfred kembali dalam keluarganya yang telah porak poranda.

Film ini ditutup dengan adegan yang sangat menggugah, Tristan tua tewas diserang beruang. Dan itu adalah kematian yang indah (kata naratornya).

Gambar alam serta ilustrasi musik film ini sangat apik. Peran para aktor dan aktris pun bagus. Enaknya nonton film ini sih di HBO saja karena adegan kurang pantas ala hollywoodnya sudah kena sensor hehe. Aku sangat suka musik karya James Horner untuk film ini. Dan menurutku, akting Aidan Quinn sebagai Alfred tidak kalah keren dari Brad Pitt sebagai Tristan. Walaupun film ini sudah 21 tahun lalu, tapi masih enak ditonton :)

Rabu, 25 November 2015

Finally, dari Sulawesi Utara ke Medan Merdeka Utara

Bismillah...

Setelah mendapat SK pindah, tanggal 26 Oktober lalu aku melapor untuk pertama kali ke kantor baruku, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI yang mana lokasi kantornya di Gedung Sekretariat MA jalan Ahmad Yani Cempaka Putih Jakarta Pusat. lantai 6-8. Di gedung ini pula berkantor Ditjen Badilum, Ditjen Badilmimtun serta BAWAS. Dan setelah menhadap Pak Sekretaris Ditjen, aku ternyata ditugaskan menjadi staf di Direktorat Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata Agama Ditjen Badilag MA RI, yang mana lokasi kantornya justru di Gedung MA kawasan Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat.

Alamak, awalnya kaget dan agak stres juga memikirkannya.Aku mengajukan pindah ke Badilag di Jalan Ahmad Yani karena pertimbangan biar dekat dengan kantor suami di Pusdiklat Bea dan Cukai Rawamangun. Lokasinya memang lumayan dekat jadi aku berangkat dan pulang bisa bareng suami dengan menumpang mobil jemputan Bea dan Cukai. Makanya ketika dengar penugasan aku ke Medan Merdeka, aku sampai jatuh sakit selama 2 hari di rumah karena kepikiran hehe eh bukan ding, karena tekanan darahku naik (jadi berasa tua nih, padahal aku aslinya penderita hipotensi alias darah rendah lhoo). Makanya pas weekendnya suami ajak aku dan anak-anak jalan-jalan ke Ragunan biar aku terhibur. Akhirnya aku bisa menerima penugasanku. Aku mencoba berdamai dengan diriku sendiri. Penugasan toh tidak bisa ditolak lagi kan, masalahnya ada pada pikiranku saja.

Pada tanggal 3 Nopember 2015, Kabag Kepegawaian dan seorang staf Kepegawaian mengantar aku ke Medan Merdeka Utara. Dan akupun resmi diterima di Direktorat Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata Agama (disingkat Ditpratalak). Resmilah aku berkantor disitu. Hal pertama yang aku lakukan yaitu menghubungi Pak Ari, staf BUA bagian Mutasi yang sudah aku kenal untuk bertanya tentang "cara berangkat dan pulang" hehe Alhamdulillah atas info beliau, ternyata di MA ada bus-bus antar jemput pegawai, dan yang melintasi daerah dekat rumahku ada, yaitu jurusan Ciledug. YESSSS ALHAMDULILLAH, langsung deh aku mencari busnya dan mendaftar ama sopirnya hehe alhamdulillah lagi masih ada tempat kosong. Hanya membayar iuran rp.100.000,- perbulan kami bisa diantar jemput, asyik kan..... keren banget deh. Ternyata untuk kantor pusat berbagai kementerian/Lembaga di Jakarta, memang disediakan fasilitas bus antar jemput pegawai. Tidak cuma MA saja, tapi Kementerian Dalam Negeri (sebelah MA), Kementerian Perhubungan, Kementerian Sosial, dan masih banyak lagi termnasuk instansi suamiku Kementerian Keuangan. Jadi kalau pagi dan sore pas jam berangkat dan jam pulang kerja, iring-iringan bus antar jemput berseliweran di sepanjang jalan Medan Merdeka ini. Pemandangan yang tidak pernah ku lihat di Manado.

Ohya, mengapa Ditpratalak Ditjen Badilag kantornya terpisah dari Ditjen Badilag? Padahal Ditpratalak merupakan bagian dari Ditjen Badilag. Jawabannya, karena Ditpratalak ini mengurusi perkara kasasi dan peninjauan kembali, jadi butuh untuk selalu terhubung dengan Kepaniteraan MA dan para Hakim Agung, makanya khusus untuk Ditpratalak diharuskan berkantor di gedung MA. Tidak hanya Badilag, Ditpratalak Badilum dan Badilmiltun juga berkantor di Medan Merdeka, di Lantai 5.

Alhamdulillah, aku merasa justru lebih enjoy di Medan Merdeka. Tidak seperti yang ku kira, ternyata di Medan Merdeka asik. Tiap hari memandangi Monas heheheh plus kantor kami Gedung MA bersebelahan dengan Istana Merdeka dan Istana Negara. Rasanya tidak pernah menyangka akan berkantor disini. Alhamdulillah ya Allah...

Senin, 02 November 2015

Perjalanan panjang

Every time I close my eyes I see you in front of me
I still can hear your voice calling out my name
And I remember all the stories you told me
I miss the time you were around [x2]
But I’m so grateful for every moment I spent with you
‘Cause I know life won’t last forever
You went so soon, so soon
You left so soon, so soon
I have to move on ’cause I know it’s been too long
I’ve got to stop the tears, keep my faith and be strong
I’ll try to take it all, even though it’s so hard
I see you in my dreams but when I wake up you are gone
Gone so soon
Night and day, I still feel you are close to me
And I remember you in every prayer that I make
Every single day may you be shaded by His mercy
But life is not the same, and it will never be the same
But I’m so thankful for every memory I shared with you
‘Cause I know this life is not forever
You went so soon, so soon
You left so soon, so soon
I have to move on ’cause I know it’s been too long
I’ve got to stop the tears, keep my faith and be strong
I’ll try to take it all, even though it’s so hard
I see you in my dreams but when I wake up you are gone
There were days when I had no strength to go on
I felt so weak and I just couldn’t help asking: “Why?”
But I got through all the pain when I truly accepted
That to God we all belong, and to Him we’ll return, ooh
You went so soon, so soon
You left so soon, so soon
I have to move on ’cause I know it’s been too long
I’ve got to stop the tears, keep my faith and be strong
I’ll try to take it all, even though it’s so hard
I see you in my dreams but when I wake up you are gone
Gone so soon
Bismillah...

Bait-bait di atas adalah syair lagu So Soon dari Maher Zain. Ketika itu hari masih gelap, langit masih penuh bintang, selesai subuh aku bergegas masuk mobil dengan membawa barang pindahanku. Ya, di hari sepagi itu aku pindah, dari Bitung ke Jakarta. Mama papa menemani mengantarku ke bandara.

Betapa kaget dan tersentuhnya aku saat itu, mobil yang kusewa memutar lagu tersebut. Keharuan merayapi hati dan pikiranku, meski tak ku nampakkan pada Mama Papa. Mungkin inilah perasaan mereka saat itu, meski mereka pun mungkin menyembunyikannya dariku. Tapi lagu itu seolah "menelanjangi" topeng kami masing-masing.

Mungkin itulah jeritan hati Mama Papaku, you went so soon so soon, you left so soon so soon... Aku pun tidak bisa menyembunyikan kesedihanku dalam diamku, kalau bukan untuk suami dan anak-anakku niscaya aku tak kan meninggalkan mereka di usia tuanya.

Lalu aku flashback ke belakang, hidup ternyata sebuah perjalanan panjang. Teringat masa kanak-kanak, masa sekolah lalu hingga masa berkeluarga, tiada dirasa waktu lekas berlalu, kehidupan yang tertinggal di belakang menyisakan album kenangan yang mengharu biru ketika dibuka.

Hidup ternyata hanya lingkaran pertemuan dan perpisahan. Bahkan dengan orang tua sekalipun, yang saat dimasa kecil menjadi sandaran hidup, tetap akan berpisah.

Maka kini, ketika aku sedang bersama Umar Nadia, kuresapi baik-baik bahwa kebersamaan kami hanya sementara. Akan tiba saatnya aku akan meninggalkan atau ditinggalkan. Mereka cuma titipan. Saat aku letih mengurus mereka, atau saat aku lelah mendengar cerita-cerita mereka para bocah, aku selalu cam kan bahwa kebersamaan kami sementara. Uruslah mereka walau letih. Dengarlah cerita antusias mereka dengan perhatian, karena akan datang saatnya mereka akan pergi dari kita, dan ketika saat itu tiba, saat kita rindu ingin mengurus mereka atau ingin mendengar celotehan mereka, mereka sudah pergi. Mengejar hidupnya masing-masing. Karena waktu itu tidaklah lama. Saat perpisahan itu tidak terasa akan makin mendekat.

Mama Papa tercinta, hanya pada Allah lah ku titipkan kalian, karena Dialah sebaik-baik Penjaga. Semoga selalu dalam lindungan dan rahmatNya. Semoga bisa berkumpul kembali di dunia hingga ke jannah, amiinn...

Medan Merdeka Utara, 3 nop.2015