Kamis, 29 Nopember 2012
Assalamualaikum....
Setiba di kantor, langsung teringat anak-anakku, Umar dan Nadia. semalem si Kakak nelpon, katanya dia lagi ngambek sama Abinya. Uum...Uum...hobi ngambeknya itu unik, biasanya tidak akan lama, apalagi kalau kita bisa menggodanya, lama-lama dia akan ketawa juga.
Umar memang punya jiwa yang periang, meski ngambekan, dia mudah tertawa. senyumnya manis hehehe....gak kebayang nih gimana kalo dia dah gede, bisa kelepek-kelepek hati gadis-gadis kalo liat senyum Umar.
Umar juga cerdas..Alhamdulillah, dan Insya Allah hingga ia wafat ia tetap menjadi orang yang cerdas. Dia mudah untuk mempelajari sesuatu, dan rasa ingin tahunya amat besar. Kadang saya memperhatikan, minat dan rasa ingin tahu Umar melampaui anak-anak seusianya. Jika anak-anak seusianya hanya memainkan Handphone, Umar sudah bisa mengakses fitur-fitur di dalamnya, memainkan lagu, memutar video, melihat-lihat gambar, dan yang teranyar...Umar sudah bisa memotret pake Handphone! semua itu tanpa diajar, dia sendiri yang belajar.
Teringat tatkala mengandung Umar, memang sudah diniatkan jika anaknya laki-laki, akan kami beri nama Umar Rasyid Al Gaza. semasa didalam kandungan, Umar amat aktif bergerak, menendang dan meninju perut Ummi hehehe...ketika saya menstimulasi perut dengan mengelus dan menekan, Umar merespon dari dalam, hingga seringnya itu jadi rutinitas "menggoda Umar" dan Umar pun akan membalas dengan menendang atau meninju perut Ummi hehehe indahnya yahh...
Masa melahirkan Umar adalah proses yang lumayan panjang dan berat, tapi penuh dengan perjuangan. diawali dengan pecah ketuban di dini hari selasa, Umar lahir pada Kamis selepas Magrib. Sakit kontraksi (His) baru terasa pada Rabu jam 5 sore, dan selama 24 jam kemudian saya harus bertahan dengan His. Masya Allah, ketika lahir, Umar mungil yg masih penuh dengan lendir ditaruh oleh Dokter di atas perut saya. Dia tidak menangis, hanya bersuara "uh" "uh" sambil kepalanya melihat-lihat ke kiri kanan. Setelah diambil Suster barulah dia menangis, ketika dibersihkan. Menurut Abi, ketika setelah dibersihkan dan diadzani, Umar sudah menoleh ke Abinya. Padahal yang saya tahu seorang bayi newborn biasanya belum fokus melihat, tapi saat diadzani, mata Umar membuka dan menatap langsung ke mata Abinya....Masya Allah...
Sesuai dengan namanya, Umar diharapkan menjadi manusia yang tangguh, Rasyid adalah cerdas, dan Gaza adalah simbol perjuangan Muslim zaman sekarang, diharapkan Umar dapat menjadi seorang Pembebas Kota Gaza dari cengkeraman zionis laknatullahalaihi....Semoga Umar tumbuh dengan sehat, semoga Allah menjadikan ia Manusia yang Shalih, seshalih dan setangguh Umar bin Khattab ra, dan semoga Allah kumpulkan kami kelak di JannahNya, amiin
Rabu, 28 November 2012
Senin, 26 November 2012
Setelah Ngerujak di Kantor
Selasa 27 Nopember 2012
Selepas sholat Zhuhur di kantor, kembali menekuni hobi ... makan rujak hehehe. tentunya setelah makan nasi. entah kenapa walau tidak dalam keadaan "ngidam", makan rujak tetap menjadi hobi. sejak remaja memang sudah doyan yang asam-asam. entah kenapa yang asam itu rasanya enak dan menantang :-) tidak hanya saya yang hobi ngerujak di kantor, Boss juga -yang kebetulan seorang perempuan- juga doyan rujak hehehe....rujak is the best
Selepas sholat Zhuhur di kantor, kembali menekuni hobi ... makan rujak hehehe. tentunya setelah makan nasi. entah kenapa walau tidak dalam keadaan "ngidam", makan rujak tetap menjadi hobi. sejak remaja memang sudah doyan yang asam-asam. entah kenapa yang asam itu rasanya enak dan menantang :-) tidak hanya saya yang hobi ngerujak di kantor, Boss juga -yang kebetulan seorang perempuan- juga doyan rujak hehehe....rujak is the best
Selasa, 27 Nopember 2012
Setiap harimu adalah hari istimewa
Sahabatku membuka laci tempat istrinya menyimpan
pakaian dalam dan membuka bungkusan berbahan sutra
"Ini, ......", dia berkata, "Bukan bungkusan yang
asing lagi". Dia membuka kotak itu dan memandang
pakaian dalam sutra serta kotaknya. "Istriku
mendapatkan ini ketika pertama kali kami pergi ke New
York, 8 atau 9 tahun yang lalu. Dia tidak pernah
mengeluarkan bungkusan ini. Karena menurut dia, hanya
akan digunakan untuk kesempatan yang istimewa.
Dia melangkah dekat tempat tidur dan meletakkan
bungkusan hadiah didekat pakaian yang dia pakai ketika
pergi ke pemakaman. Istrinya baru saja meninggal.
Dia menoleh padaku dan berkata :
"JANGAN PERNAH MENYIMPAN SESUATU UNTUK KESEMPATAN
ISTIMEWA, SETIAP HARI DALAM HIDUPMU ADALAH KESEMPATAN
YANG ISTIMEWA !"
Aku masih berpikir bahwa kata-kata itu akhirnya
mengubah hidupku. Sekarang aku lebih banyak membaca
dan mengurangi bersih-bersih. Aku duduk di sofa tanpa
khawatir tentang apapun. Aku meluangkan waktu lebih
banyak bersama keluargaku dan mengurangi waktu
bekerjaku. Aku mengerti bahwa kehidupan seharusnya
menjadi sumber pengalaman supaya bisa hidup, tidak
semata-mata supaya bisa survive (bertahan hidup) saja.
Aku tidak berlama-lama menyimpan sesuatu. Aku
menggunakan gelas-gelas kristal setiap hari. Aku akan
mengenakan pakaian baru untuk pergi ke Supermarket,
jika aku menyukainya. Aku tidak menyimpan parfum
specialku untuk kesempatan istimewa, aku
menggunakannya kemanapun aku menginginkannya.
Kata-kata "Suatu hari " dan Satu saat nanti
....."sudah lenyap dari kamusku. Jika dengan melihat,
mendengar dan melakukan sesuatu ternyata bisa menjadi
berharga, aku ingin melihat, mendengar atau
melakukannya sekarang.
Aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh istri temanku
apabila dia tahu dia tidak akan ada di sana pagi
berikutnya, ini yang tak seorangpun mampu
mengatakannya. Aku berpikir, dia mungkin sedang
menelepon rekan-rekannya serta sahabat terdekatnya.
Barangkali juga dia menelpon teman lama untuk berdamai
atas perselisihan yang pernah mereka lakukan. Aku suka
berpikir bahwa dia mungkin pergi makan Martabak
Spesial, makanan favoritnya. Semua ini adalah hal-hal
kecil yang mungkin akan aku sesali jika tak aku
lakukan, jika aku tahu waktu sudah dekat.
Aku akan menyesalinya, karena aku tidak akan lebih
lama lagi melihat teman-teman yang akan aku temui,
juga surat-surat yang ingin aku tulis Suatu hari
nanti". Aku akan menyesal ! dan merasa sedih, karena
aku tidak sempat mengatakan betapa aku mencintai
orangtuaku, saudara-saudaraku dan teman2ku.
Sekarang, aku mencoba untuk tidak menunda atau
menyimpan apapun yang bisa membuatku tertawa dan bisa
membuatku menikmati hidup. Dan, setiap pagi, aku
berkata kepada diriku sendiri bahwa hari ini akan
menjadi hari istimewa. Setiap hari, setiap jam, setiap
menit, adalah istimewa.
Apabila kamu mendapatkan pesan ini, itu karena
seseorang peduli padamu, dan karena mungkin ada
seseorang yang kamu pedulikan. Jika kamu terlalu sibuk
untuk mengirimkan pesan ini kepada orang lain dan kamu
berkata kepada dirimu sendiri bahwa kamu akan
mengirimkannya "Suatu saat nanti", ingatlah bahwa
"Suatu saat" itu sangat jauh ....... Dan mungkin tidak
akan pernah datang .
pakaian dalam dan membuka bungkusan berbahan sutra
"Ini, ......", dia berkata, "Bukan bungkusan yang
asing lagi". Dia membuka kotak itu dan memandang
pakaian dalam sutra serta kotaknya. "Istriku
mendapatkan ini ketika pertama kali kami pergi ke New
York, 8 atau 9 tahun yang lalu. Dia tidak pernah
mengeluarkan bungkusan ini. Karena menurut dia, hanya
akan digunakan untuk kesempatan yang istimewa.
Dia melangkah dekat tempat tidur dan meletakkan
bungkusan hadiah didekat pakaian yang dia pakai ketika
pergi ke pemakaman. Istrinya baru saja meninggal.
Dia menoleh padaku dan berkata :
"JANGAN PERNAH MENYIMPAN SESUATU UNTUK KESEMPATAN
ISTIMEWA, SETIAP HARI DALAM HIDUPMU ADALAH KESEMPATAN
YANG ISTIMEWA !"
Aku masih berpikir bahwa kata-kata itu akhirnya
mengubah hidupku. Sekarang aku lebih banyak membaca
dan mengurangi bersih-bersih. Aku duduk di sofa tanpa
khawatir tentang apapun. Aku meluangkan waktu lebih
banyak bersama keluargaku dan mengurangi waktu
bekerjaku. Aku mengerti bahwa kehidupan seharusnya
menjadi sumber pengalaman supaya bisa hidup, tidak
semata-mata supaya bisa survive (bertahan hidup) saja.
Aku tidak berlama-lama menyimpan sesuatu. Aku
menggunakan gelas-gelas kristal setiap hari. Aku akan
mengenakan pakaian baru untuk pergi ke Supermarket,
jika aku menyukainya. Aku tidak menyimpan parfum
specialku untuk kesempatan istimewa, aku
menggunakannya kemanapun aku menginginkannya.
Kata-kata "Suatu hari " dan Satu saat nanti
....."sudah lenyap dari kamusku. Jika dengan melihat,
mendengar dan melakukan sesuatu ternyata bisa menjadi
berharga, aku ingin melihat, mendengar atau
melakukannya sekarang.
Aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh istri temanku
apabila dia tahu dia tidak akan ada di sana pagi
berikutnya, ini yang tak seorangpun mampu
mengatakannya. Aku berpikir, dia mungkin sedang
menelepon rekan-rekannya serta sahabat terdekatnya.
Barangkali juga dia menelpon teman lama untuk berdamai
atas perselisihan yang pernah mereka lakukan. Aku suka
berpikir bahwa dia mungkin pergi makan Martabak
Spesial, makanan favoritnya. Semua ini adalah hal-hal
kecil yang mungkin akan aku sesali jika tak aku
lakukan, jika aku tahu waktu sudah dekat.
Aku akan menyesalinya, karena aku tidak akan lebih
lama lagi melihat teman-teman yang akan aku temui,
juga surat-surat yang ingin aku tulis Suatu hari
nanti". Aku akan menyesal ! dan merasa sedih, karena
aku tidak sempat mengatakan betapa aku mencintai
orangtuaku, saudara-saudaraku dan teman2ku.
Sekarang, aku mencoba untuk tidak menunda atau
menyimpan apapun yang bisa membuatku tertawa dan bisa
membuatku menikmati hidup. Dan, setiap pagi, aku
berkata kepada diriku sendiri bahwa hari ini akan
menjadi hari istimewa. Setiap hari, setiap jam, setiap
menit, adalah istimewa.
Apabila kamu mendapatkan pesan ini, itu karena
seseorang peduli padamu, dan karena mungkin ada
seseorang yang kamu pedulikan. Jika kamu terlalu sibuk
untuk mengirimkan pesan ini kepada orang lain dan kamu
berkata kepada dirimu sendiri bahwa kamu akan
mengirimkannya "Suatu saat nanti", ingatlah bahwa
"Suatu saat" itu sangat jauh ....... Dan mungkin tidak
akan pernah datang .
Selasa, 14 Februari 2012
Balada Ibu Bekerja (Edisi Makanan)
Assalamualaikum...
Menjadi seorang ibu sekaligus wanita pekerja, ternyata gampang2 susah. Saya dituntut untuk pintar2 membagi waktu. Apalagi jarak tempuh dari rumah ke kantor yang cukup jauh, sekitar 40 km ( saya tinggal di Bitung, kantor di Manado), membuat waktu berangkat dan waktu tiba di rumah jadi lbh panjang. Ketika teman2 masih asik bergelung di balik selimut, saya sudah harus bangun dan bersiap. begitu juga saat teman2 sudah mandi, wangi dan asik bercengkerama dengan keluarga di rumah, saya masih di bus Manado-Bitung.
Dulu sih urusan makanan, saya maunya gampang aja, tinggal beli...beres! Tapi kemudian, ternyata berbeda yang saya rasakan kemudian. ketika mau makanan yang murah meriah, ternyata saya sakit perut. Kalo mau makanan yang berkualitas, harus merogoh kantong agak dalam. Ah...sayang masa menghabiskan 20rb sehari hanya untuk makan. Mana lagi sekarang maag saya sudah super sensitif, gak boleh makan banyak. porsinya harus "pas-pasan". Jadi sayang beli sebungkus makanan tapi gak dihabiskan, sementara untuk beli porsi setengah biasanya Ibu penjaga warung bermuka masam...hihihi
Well...akhirnya beginilah keseharian saya sekarang, disela-sela jam kantor, atau ketika jam pulang kantor, singgah sebentar di swalayan sekedar membeli lauk dan sayur buat esok hari. Begitu tiba di rumah, mengurus anak-anak. Jika mereka sudah terlelap tidur, barulah saya beraksi di dapur, bersihin sayur, rempah2, dll...mencucinya lalu menyimpannya di kulkas. Esok harinya begitu selesai subuh, barulah semuanya dimasak. Trus momong anak sebentar, sarapan, mandi kemudian berangkat kantor. Tentunya dengan bekal makanan di tas. Alhamdulillah, enak dan puas makan makanan bekal yg dimasak sendiri. porsinya pas, kebersihannya terjamin, dan yang penting ta iko mau (sesuai selera) hehehe sebab kadang pengen makan sayur bening, tempe goreng dan sambal terasi, bingung belinya dimana.
Juga, dengan memasak pagi2 berarti sudah membantu orang rumah untuk sarapan dan makan siang, dengan menu yang variatif. Wah, to be a working mom ternyata tidaklah mudah. Salut deh buat Moms diseluruh dunia yang pintar membagi waktu (yang berkualitas) untuk keluarga dan pekerjaannya.
Wassalamualaikum
Senin, 14 Februari 2011
Serba Serbi Penyimpanan ASI peras / pompa
Karakteristik Visual dari ASI dan Aroma ASI
Banyak yang membayangkan bahwa ASI akan tampak seperti susu sapi yg homogen, yang tidak terpisah lapisannya sampai kapanpun (homogenized). ASI akan terpisah menjadi 2 lapisan jika didiamkan selama beberapa lama. Lapisan atas yg biasanya lebih kental warnanya kaya akan lemak. Ini bukan berarti ASI telah basi. Kocoklah perlahan wadah berisi ASI peras tsb, hingga menjadi larutan homogen kembali.
Tampilan dari ASI berbeda2 tiap waktu sesuai krn kandungannya pun berbeda2 tiap saat. Termasuk juga kandungan lemak dan warna dari ASI. Jumlah lemak dalam ASI akan fluktuatif dari hari ke hari. Bahkan saat ASI yg keluar di menit2 awal akan berbeda warna dan tampilannya. ASI yang dikeluarkan saat pertama kali proses pemerahan / pemompaan akan terlihat “lebih encer” dari ASI yang dikeluarkan di menit-menit berikutnya. Karena itu disebut FOREMILK (karena kaya akan protein). Sedangkan ASI yg keluar beberapa menit kemudian akan terlihat lebih kental. Atau disebut juga dg HINDMILK (kaya akan lemak). Warna dari ASI juga bervariasi tergantung dari apa yg ibu konsumsi. Pewarna makanan dalam minuman soda, minuman buah-buahan dan hidangan penutup yang mengandung gelatin diduga membuat warna ASI menjadi pink atau oranye kemerahmudaan. ASI yang berwarna hijau dikorelasikan dengan ibu yang mengkonsumsi minuman kesegaran yang berwarna hijau, rumput laut, atau sayuran berwarna hijau.
ASI yang berwarna pink mengindikasikan adanya darah dalam ASI. Hal ini dapat terjadi jika ibu mengalami dengan atau tanpa puting lecet. Jika puting ibu lecet dan berdarah, ibu dapat menghubungi klinik laktasi untuk mendapatkan saran penyembuhan. Darah dalam ASI tidak berbahaya bagi bayi, dan ibu dapat terus menyusui bayinya. Jika darah dalam ASI tidak juga membaik dalam waktu 2 minggu, segera konsultasikan dengan dokter.
Bagaimana dg aroma atau rasanya ?! Umumnya ASI segar berbau / beraroma manis. Sesekali ASI beku yang dicairkan akan beraroma spt sabun dan terkadang bayi tidak mau meminumnya.
Hal ini disebabkan perubahan struktur lemak dalam ASI akibat perubahan suhu yg mendadak. Sehingga proses kerja enzim lipase terganggu. Krn itu tidak disarankan memanaskan ASI peras/pompa pada suhu tinggi, ataupun setelah dipanaskan langsung dibekukan kembali. Jika ASI peras berbau asam, maka bisa jadi ASI telah basi dan buanglah. Intinya selama ASI peras/pompa disimpan sesuai dg tatacara penyimpanan yg benar maka ASI tidak akan basi.
Wadah penyimpanan ASI
Pertanyaan yg sering diajukan para ibu, terutama ibu bekerja adalah apakah butuh wadah khusus ? Tidak ada aturan khusus harus menggunakan botol atau wadah khusus. Intinya gunakan wadah yg bisa tertutup rapat. Ibu bisa menggunakan botol kaca, wadah yg punya tutup dan berwarna bening, dan wadah yg punya tutup dan berwarna. Dan tentu saja selalu dibersihkan & disterilkan sebelum digunakan.
ASI peras/pompa sebaiknya disimpan dalam jumlah sedikit (cukup utk sekali minum + 60 ml). Agar tidak ada ASI yg tersisa dan terbuang. ASI juga dapat disimpan dalam kantung plastik bening. Namun hal ini tidak terlalu disarankan, karena mudah bocor dan ASI akan terbuang.
Tatacara Penyimpanan ASI
Organisasi laktasi internasional, Lalecheleague, memiliki kisaran waktu berapa lama ASI dapat disimpan dalam suhu tertentu :
* Suhu ruang (19-22C) à 4-10 jam
* Refrigerator (kulkas bawah) dg suhu 0-4 C à 2-3 hari Ø Freezer pd kulkas berpintu satu (suhu variatif < style="font-weight: bold;">Interval waktu tsb amat sangat bervariatif tergantung kondisi dari lokasi penyimpanan.
Meski dapat disimpan lebih lama, disarankan agar tidak terlalu lama menyimpan ASI peras. Karena ASI diproduksi sesuai dg kebutuhan pertumbuhan & perkembangan anak. Krnnya jika ibu memilki ASI peras berlebih tidak ada salahnya didonorkan ke mereka yg membutuhkannya.
Jika tidak ada lemari pendingin
Ada atau tidaknya lemari pendingin/kulkas bukan hambatan bagi ibu utk menyimpan ASI. Artinya jika ditempat ibu bekerja ataupun saat ibu bepergian jauh dr bayi utk waktu lama tidak ditemukan kulkas, maka ibu dapat menyimpan botol (wadah) berisi ASI peras/pompa dalam termos es yg telah diisi es batu tentunya. Jika es batu mencair, ibu bisa menggantinya lagi. Atau ada juga cooler khusus utk mendinginkan lebih lama dg blue ice.
Tips memberikan ASI peras/pompa ke bayi
Berikut tips singkat utk membeirkan ASI yg telah disimpan bagi si kecil :
* Untuk ASI yg dibekukan (dari freezer), amat disarankan agar ASI dicairkan terlebih dahulu kulkas bawah. Dan bukan di suhu ruang. Setelah mencair, aliri wadah berisi ASI pada keran air hangat atau rendamlah wadah berisi ASI dlm wadah lebih besar berisi air hangat.
* JANGAN menghangatkan ASI dalam suhu tinggi. Dan JANGAN merebus ASI. Karena jelas zat nutrisi dalam ASI akan rusak. Terutama zat anti infeksi / zat imun !
* JANGAN menggunakan microwave utk menghangatkan ASI.
* Kocoklah secara perlahan sebelum diberikan ke bayi.
* Berikan dg sendok, pipet, dsb. Untuk bayi <>
Banyak yang membayangkan bahwa ASI akan tampak seperti susu sapi yg homogen, yang tidak terpisah lapisannya sampai kapanpun (homogenized). ASI akan terpisah menjadi 2 lapisan jika didiamkan selama beberapa lama. Lapisan atas yg biasanya lebih kental warnanya kaya akan lemak. Ini bukan berarti ASI telah basi. Kocoklah perlahan wadah berisi ASI peras tsb, hingga menjadi larutan homogen kembali.
Tampilan dari ASI berbeda2 tiap waktu sesuai krn kandungannya pun berbeda2 tiap saat. Termasuk juga kandungan lemak dan warna dari ASI. Jumlah lemak dalam ASI akan fluktuatif dari hari ke hari. Bahkan saat ASI yg keluar di menit2 awal akan berbeda warna dan tampilannya. ASI yang dikeluarkan saat pertama kali proses pemerahan / pemompaan akan terlihat “lebih encer” dari ASI yang dikeluarkan di menit-menit berikutnya. Karena itu disebut FOREMILK (karena kaya akan protein). Sedangkan ASI yg keluar beberapa menit kemudian akan terlihat lebih kental. Atau disebut juga dg HINDMILK (kaya akan lemak). Warna dari ASI juga bervariasi tergantung dari apa yg ibu konsumsi. Pewarna makanan dalam minuman soda, minuman buah-buahan dan hidangan penutup yang mengandung gelatin diduga membuat warna ASI menjadi pink atau oranye kemerahmudaan. ASI yang berwarna hijau dikorelasikan dengan ibu yang mengkonsumsi minuman kesegaran yang berwarna hijau, rumput laut, atau sayuran berwarna hijau.
ASI yang berwarna pink mengindikasikan adanya darah dalam ASI. Hal ini dapat terjadi jika ibu mengalami dengan atau tanpa puting lecet. Jika puting ibu lecet dan berdarah, ibu dapat menghubungi klinik laktasi untuk mendapatkan saran penyembuhan. Darah dalam ASI tidak berbahaya bagi bayi, dan ibu dapat terus menyusui bayinya. Jika darah dalam ASI tidak juga membaik dalam waktu 2 minggu, segera konsultasikan dengan dokter.
Bagaimana dg aroma atau rasanya ?! Umumnya ASI segar berbau / beraroma manis. Sesekali ASI beku yang dicairkan akan beraroma spt sabun dan terkadang bayi tidak mau meminumnya.
Hal ini disebabkan perubahan struktur lemak dalam ASI akibat perubahan suhu yg mendadak. Sehingga proses kerja enzim lipase terganggu. Krn itu tidak disarankan memanaskan ASI peras/pompa pada suhu tinggi, ataupun setelah dipanaskan langsung dibekukan kembali. Jika ASI peras berbau asam, maka bisa jadi ASI telah basi dan buanglah. Intinya selama ASI peras/pompa disimpan sesuai dg tatacara penyimpanan yg benar maka ASI tidak akan basi.
Wadah penyimpanan ASI
Pertanyaan yg sering diajukan para ibu, terutama ibu bekerja adalah apakah butuh wadah khusus ? Tidak ada aturan khusus harus menggunakan botol atau wadah khusus. Intinya gunakan wadah yg bisa tertutup rapat. Ibu bisa menggunakan botol kaca, wadah yg punya tutup dan berwarna bening, dan wadah yg punya tutup dan berwarna. Dan tentu saja selalu dibersihkan & disterilkan sebelum digunakan.
ASI peras/pompa sebaiknya disimpan dalam jumlah sedikit (cukup utk sekali minum + 60 ml). Agar tidak ada ASI yg tersisa dan terbuang. ASI juga dapat disimpan dalam kantung plastik bening. Namun hal ini tidak terlalu disarankan, karena mudah bocor dan ASI akan terbuang.
Tatacara Penyimpanan ASI
Organisasi laktasi internasional, Lalecheleague, memiliki kisaran waktu berapa lama ASI dapat disimpan dalam suhu tertentu :
* Suhu ruang (19-22C) à 4-10 jam
* Refrigerator (kulkas bawah) dg suhu 0-4 C à 2-3 hari Ø Freezer pd kulkas berpintu satu (suhu variatif < style="font-weight: bold;">Interval waktu tsb amat sangat bervariatif tergantung kondisi dari lokasi penyimpanan.
Meski dapat disimpan lebih lama, disarankan agar tidak terlalu lama menyimpan ASI peras. Karena ASI diproduksi sesuai dg kebutuhan pertumbuhan & perkembangan anak. Krnnya jika ibu memilki ASI peras berlebih tidak ada salahnya didonorkan ke mereka yg membutuhkannya.
Jika tidak ada lemari pendingin
Ada atau tidaknya lemari pendingin/kulkas bukan hambatan bagi ibu utk menyimpan ASI. Artinya jika ditempat ibu bekerja ataupun saat ibu bepergian jauh dr bayi utk waktu lama tidak ditemukan kulkas, maka ibu dapat menyimpan botol (wadah) berisi ASI peras/pompa dalam termos es yg telah diisi es batu tentunya. Jika es batu mencair, ibu bisa menggantinya lagi. Atau ada juga cooler khusus utk mendinginkan lebih lama dg blue ice.
Tips memberikan ASI peras/pompa ke bayi
Berikut tips singkat utk membeirkan ASI yg telah disimpan bagi si kecil :
* Untuk ASI yg dibekukan (dari freezer), amat disarankan agar ASI dicairkan terlebih dahulu kulkas bawah. Dan bukan di suhu ruang. Setelah mencair, aliri wadah berisi ASI pada keran air hangat atau rendamlah wadah berisi ASI dlm wadah lebih besar berisi air hangat.
* JANGAN menghangatkan ASI dalam suhu tinggi. Dan JANGAN merebus ASI. Karena jelas zat nutrisi dalam ASI akan rusak. Terutama zat anti infeksi / zat imun !
* JANGAN menggunakan microwave utk menghangatkan ASI.
* Kocoklah secara perlahan sebelum diberikan ke bayi.
* Berikan dg sendok, pipet, dsb. Untuk bayi <>
Tempat Penyimpanan ASI (Air Susu Ibu) Botol Kaca/Plastik ASI Khusus
Bagi orang tua (ayah dan ibu) yang punya bayi yang ingin menyimpan atau menabung air susu ibu alias asi sebaiknya gunakan botol kaca atau plastik dengan risleting/zipper khusus yang aman untuk menyimpan asi untuk diletakkan di freezer kulkas/lemari es agar bayi kita tidak mengalami gangguan pencernaan atau masalah kesehatan lainnya.
Untuk membeli plastik khusus asi / air susu ibu dapat dibeli di toko-toko perlengkapan bayi yang lengkap. Hindari membeli plastik obat yang dijual di tempat toko plastik jika kita tidak yakin aman untuk anak kita. Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia atau disingkat AIMI menjual botol kaca untuk menyimpan asi yang dapat kita pesan dan diantar langsung ke alamat rumah kita melalui nomor telepon 021-72790165 atau 021-72787243. Jika kita sulit untuk mendapatkan keduanya kita bisa gunakan botol kaca kecil yang telah disterilkan (dicuci dan direbus dalam air mendidih) terlebih dahulu.
Menabung ASI di dalam freezer lemari es sangat berguna tatkala kita krisis atau kekurangan asi dalam payudara ibu. Berfungsi juga ketika sang ibunda bekerja dan telah habis masa cuti hamil maka asi yang berhasil ditabung selama libur cuti hamil bulanan bisa digunakan untuk mengasi bayi kita setelah dipanaskan terlebih dahulu botol yang awet membeku tadi dan disesuaikan suhunya agar bayi mau minum asi yang diawetkan tadi. ASI yang disimpan dalam kebekuan kulkas bisa bertahan/tahan kurang lebih tiga bulan lamanya. Yang perlu diperhatikan adalah kadang bayi tidak mau minum ASI yang sudah masuk freezer, mungkin ini karena pengaruh bahan-bahan lain yang disimpan di freezer misalnya daging dll, walaupun zat di dalam ASI-nya mungkin tetep sama tapi baunya mungkin sudah beda. Jadi mungkin sebaiknya ada kulkas tersendiri untuk penyimpanan ASI. Jika kondisi keuangan terbatas bisa juga dengan menggunakan penetral bau untuk kulkas. Bisa ditemukan di supermarket dengan harga yang relatif murah, biasanya untuk pemakaian jangka waktu 6 bulan. Selamat mencoba!
Protokol Penyimpanan ASI di Rumah untuk Bayi Cukup Bulan (The Academy of Breastfeeding Medicine)
Artikel ini merupakan terjemahan dari ABM Protocols yang dipersembahkan untuk para working mom yang tetap mau memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama untuk bayinya. Jadi tidak asal simpan tapi banyak hal-hal yang perlu diperhatikan.
Tempat Penyimpanan
- Untuk penyimpanan dalam jangka panjang, lebih disarankan menggunakan wadah yang kokoh, seperti botol/toples plastic keras atau kaca. Wadah ini harus mempunyai tutup yang kuat sehingga kedap udara.
- Kantong plastic (plastic bag) secara khusus hanya dirancang untuk penyimpanan dalam waktu yang singkat (kurang dari 72 jam). Jadi pemakaian kantong plastic tidak disarankan untuk penyimpanan jangka panjang, karena bisa tumpah, bocor, atau lebih mudah terkontaminasi daripada wadah yang kokoh/keras, lagipula komponen ASI yang penting dapat menempel pada plastic yang lunak dan bisa hilang.
Petunjuk Umum
- Cucilah tangan sebelum memerah.
- Gunakan wadah dan alat pompa yang sudah dicuci dengan sabun, dibilas dan dipanaskan. Jika ada, bisa dicuci di dishwasher, karena dishwasher dilengkapi dengan pemanas air sehingga akan lebih bersih. Jika tidak ada dishwasher, disarankan merebus wadah setelah pencucian. Merebus terutama disarankan pada daerah dimana persediaan air tidak terjamin kebersihannya.
- Simpan dalam porsi kecil untuk meminimalkan ASI yang terbuang. Simpanlah dalam takaran 60 ml dan bila bayi masih lapar dapat ditambah dengan porsi kedua supaya ASI yang tidak habis tidak terbuang percuma.
- Simpanlah juga dalam porsi yang lebih kecil misalnya 30 – 60 ml untuk tambahan atau untuk situasi yang tidak diharapkan. Susu dalam jumlah sedikit dapat membuat bayi tetap merasa senang sampai ibunya datang untuk menyusui secara langsung.
- Susu yang didapat dari perahan di kantor dapat ditambahkan ke ASI yang telah ditaruh di kulkas pada hari yang sama dengan syarat sebelumnya dimasukkan ke kulkas dulu selama minimal 1 jam. Jadi setelah suhunya diperkirakan sama, baru bisa dicampur, tapi dengan syarat di hari yang sama. Jangan mencampur dengan ASI yang diperah hari sebelumnya.
- Jangan mencampur ASI yang baru diperah (masih hangat) dengan ASI yang sudah dibekukan karena akan mencairkan ASI yang telah beku tersebut.
- Tempelkan label pada wadah ASI dan tuliskan informasi dengan jelas tanggal ASI diperah, dan pisahkan dengan ASI dari hari atau tanggal yang berbeda.
- Jangan isi penuh wadah, sisakan ruang kosong karena saat membeku ASI biasanya memuai.
- Jangan heran bila komponen ASI memisah selama disimpan karena memang ASI tidak homogen. Bagian krimnya akan naik ke atas dan kelihatan lebih kental dan putih. Sebelum diberikan, goyang-goyangkan wadah ASI secara lembut agar komponen ASI menyatu kembali. Tapi jangan kocok kuat-kuat.
- Warna ASI dapat bervariasi dari hari ke hari tergantung dari makanan yang Ibu makan. Bisa agak kebiruan, kekuningan atau kecoklatan. ASI yang dibekukan juga baunya akan beda dengan ASI yang masih segar. Tidak ada alasan untuk tidak menggunakan ASI bila bayi dapat menerimanya.
Panduan Menyimpan ASI
- ASI dapat disimpan pada suhu ruang (≤ 25 C) selama 6 – 8 jam. Suhu ruang yang > 25C tidak dapat disamakan keamanannya dengan penyimpanan pada suhu ruang ≤ 25 C. Wadah harus ditutup dan dijaga sedinign mungkin; menutup wadah dengan kain dingin dapat menjaganya lebih dingin.
- ASI dapat disimpan dalam tas pendingin (cooler bag) tertutup dengan ice pack selama 24 jam.
- ASI aman ditaruh di kulkas hingga 5 hari. Simpanlah ASI di bagian belakang bagian utama kulkas, karena suhu disanalah yang paling dingin.
- Jenis freezer tempat ASI disimpan sanag menentukan lama ASI beku dapat disimpan. Secara umum, simpanlah ASI di bagian belakang freezer dimana suhu paling konstan.
- Bila freezer menjadi satu dengan kulkas (kulkas 1 pintu) dengan suhu -15C, maka ASI dapat bertahan selama 2 minggu
- Bila freezer berbeda pintu dengan kulkas bawah (kulkas 2 pintu) dengan suhu -18C, maka ASI dapat bertahan 3 – 6 bulan.
- Bila menggunakan freezer khusus seperti chest freezer atau upright manual defrost deep freezer yang jarang dibuka dengn suhu -20C, maka ASI dapat bertahan 6 – 12 bulan.
- Pandun diatas hanya berlaku untuk bayi cukup bulan yang sehat; panduan akan berbeda lagi untuk bayi prematur, sakit, atau dirawat.
Thawing (Mencairkan susu yang beku) atau Menghangatkan Susu
- Gunakan ASI yang lebih lama terlebih dahulu.
- Bayi boleh diberi ASI dalam keadaan dingin, setara dengan suhu ruang, atau dihangatkan.
- Thaw ASI dengan meletakkannya pada kulkas semalam sebelum akan digunakan atau hangatkan dengan menaruhnya pada wadah berisi air hangat.
- Jangan sampai batas air hangat rendaman di mangkok menyentuh bibir wadah ASI.
- ASI dapat disimpan di kulkas selama 24 jam setelah di-thawed.
- Jangan pernah gunakan microwave oven atau kompor untuk memanaskan susu, karena dapat meletup dan dapat merusak antibodi dalam ASI.
- Goyang-goyang wadah ASI untuk mencampur kembali krim yang memisah, dan untuk menyebarkan hangatnya. Jangan diaduk.
- ASI yang tertinggal di wadah setelah diberikan ke bayi harus dibuang dan jangan dipakai lagi.
- Seperti halnya semua makanan, jangan membekukan kembali ASI setelah dihangatkan.
Langganan:
Postingan (Atom)