tessssss

Selasa, 14 Februari 2012

Balada Ibu Bekerja (Edisi Makanan)

Assalamualaikum...

Menjadi seorang ibu sekaligus wanita pekerja, ternyata gampang2 susah. Saya dituntut untuk pintar2 membagi waktu. Apalagi jarak tempuh dari rumah ke kantor yang cukup jauh, sekitar 40 km ( saya tinggal di Bitung, kantor di Manado), membuat waktu berangkat dan waktu tiba di rumah jadi lbh panjang. Ketika teman2 masih asik bergelung di balik selimut, saya sudah harus bangun dan bersiap. begitu juga saat teman2 sudah mandi, wangi dan asik bercengkerama dengan keluarga di rumah, saya masih di bus Manado-Bitung.

Dulu sih urusan makanan, saya maunya gampang aja, tinggal beli...beres! Tapi kemudian, ternyata berbeda yang saya rasakan kemudian. ketika mau makanan yang murah meriah, ternyata saya sakit perut. Kalo mau makanan yang berkualitas, harus merogoh kantong agak dalam. Ah...sayang masa menghabiskan 20rb sehari hanya untuk makan. Mana lagi sekarang maag saya sudah super sensitif, gak boleh makan banyak. porsinya harus "pas-pasan". Jadi sayang beli sebungkus makanan tapi gak dihabiskan, sementara untuk beli porsi setengah biasanya Ibu penjaga warung bermuka masam...hihihi

Well...akhirnya beginilah keseharian saya sekarang, disela-sela jam kantor, atau ketika jam pulang kantor, singgah sebentar di swalayan sekedar membeli lauk dan sayur buat esok hari. Begitu tiba di rumah, mengurus anak-anak. Jika mereka sudah terlelap tidur, barulah saya beraksi di dapur, bersihin sayur, rempah2, dll...mencucinya lalu menyimpannya di kulkas. Esok harinya begitu selesai subuh, barulah semuanya dimasak. Trus momong anak sebentar, sarapan, mandi kemudian berangkat kantor. Tentunya dengan bekal makanan di tas. Alhamdulillah, enak dan puas makan makanan bekal yg dimasak sendiri. porsinya pas, kebersihannya terjamin, dan yang penting ta iko mau (sesuai selera) hehehe sebab kadang pengen makan sayur bening, tempe goreng dan sambal terasi, bingung belinya dimana.

Juga, dengan memasak pagi2 berarti sudah membantu orang rumah untuk sarapan dan makan siang, dengan menu yang variatif. Wah, to be a working mom ternyata tidaklah mudah. Salut deh buat Moms diseluruh dunia yang pintar membagi waktu (yang berkualitas) untuk keluarga dan pekerjaannya.

Wassalamualaikum

Senin, 14 Februari 2011

Serba Serbi Penyimpanan ASI peras / pompa

Karakteristik Visual dari ASI dan Aroma ASI

Banyak yang membayangkan bahwa ASI akan tampak seperti susu sapi yg homogen, yang tidak terpisah lapisannya sampai kapanpun (homogenized). ASI akan terpisah menjadi 2 lapisan jika didiamkan selama beberapa lama. Lapisan atas yg biasanya lebih kental warnanya kaya akan lemak. Ini bukan berarti ASI telah basi. Kocoklah perlahan wadah berisi ASI peras tsb, hingga menjadi larutan homogen kembali.

Tampilan dari ASI berbeda2 tiap waktu sesuai krn kandungannya pun berbeda2 tiap saat. Termasuk juga kandungan lemak dan warna dari ASI. Jumlah lemak dalam ASI akan fluktuatif dari hari ke hari. Bahkan saat ASI yg keluar di menit2 awal akan berbeda warna dan tampilannya. ASI yang dikeluarkan saat pertama kali proses pemerahan / pemompaan akan terlihat “lebih encer” dari ASI yang dikeluarkan di menit-menit berikutnya. Karena itu disebut FOREMILK (karena kaya akan protein). Sedangkan ASI yg keluar beberapa menit kemudian akan terlihat lebih kental. Atau disebut juga dg HINDMILK (kaya akan lemak). Warna dari ASI juga bervariasi tergantung dari apa yg ibu konsumsi. Pewarna makanan dalam minuman soda, minuman buah-buahan dan hidangan penutup yang mengandung gelatin diduga membuat warna ASI menjadi pink atau oranye kemerahmudaan. ASI yang berwarna hijau dikorelasikan dengan ibu yang mengkonsumsi minuman kesegaran yang berwarna hijau, rumput laut, atau sayuran berwarna hijau.

ASI yang berwarna pink mengindikasikan adanya darah dalam ASI. Hal ini dapat terjadi jika ibu mengalami dengan atau tanpa puting lecet. Jika puting ibu lecet dan berdarah, ibu dapat menghubungi klinik laktasi untuk mendapatkan saran penyembuhan. Darah dalam ASI tidak berbahaya bagi bayi, dan ibu dapat terus menyusui bayinya. Jika darah dalam ASI tidak juga membaik dalam waktu 2 minggu, segera konsultasikan dengan dokter.

Bagaimana dg aroma atau rasanya ?! Umumnya ASI segar berbau / beraroma manis. Sesekali ASI beku yang dicairkan akan beraroma spt sabun dan terkadang bayi tidak mau meminumnya.

Hal ini disebabkan perubahan struktur lemak dalam ASI akibat perubahan suhu yg mendadak. Sehingga proses kerja enzim lipase terganggu. Krn itu tidak disarankan memanaskan ASI peras/pompa pada suhu tinggi, ataupun setelah dipanaskan langsung dibekukan kembali. Jika ASI peras berbau asam, maka bisa jadi ASI telah basi dan buanglah. Intinya selama ASI peras/pompa disimpan sesuai dg tatacara penyimpanan yg benar maka ASI tidak akan basi.

Wadah penyimpanan ASI

Pertanyaan yg sering diajukan para ibu, terutama ibu bekerja adalah apakah butuh wadah khusus ? Tidak ada aturan khusus harus menggunakan botol atau wadah khusus. Intinya gunakan wadah yg bisa tertutup rapat. Ibu bisa menggunakan botol kaca, wadah yg punya tutup dan berwarna bening, dan wadah yg punya tutup dan berwarna. Dan tentu saja selalu dibersihkan & disterilkan sebelum digunakan.

ASI peras/pompa sebaiknya disimpan dalam jumlah sedikit (cukup utk sekali minum + 60 ml). Agar tidak ada ASI yg tersisa dan terbuang. ASI juga dapat disimpan dalam kantung plastik bening. Namun hal ini tidak terlalu disarankan, karena mudah bocor dan ASI akan terbuang.

Tatacara Penyimpanan ASI

Organisasi laktasi internasional, Lalecheleague, memiliki kisaran waktu berapa lama ASI dapat disimpan dalam suhu tertentu :

* Suhu ruang (19-22C) à 4-10 jam
* Refrigerator (kulkas bawah) dg suhu 0-4 C à 2-3 hari Ø Freezer pd kulkas berpintu satu (suhu variatif < style="font-weight: bold;">Interval waktu tsb amat sangat bervariatif tergantung kondisi dari lokasi penyimpanan.

Meski dapat disimpan lebih lama, disarankan agar tidak terlalu lama menyimpan ASI peras. Karena ASI diproduksi sesuai dg kebutuhan pertumbuhan & perkembangan anak. Krnnya jika ibu memilki ASI peras berlebih tidak ada salahnya didonorkan ke mereka yg membutuhkannya.

Jika tidak ada lemari pendingin

Ada atau tidaknya lemari pendingin/kulkas bukan hambatan bagi ibu utk menyimpan ASI. Artinya jika ditempat ibu bekerja ataupun saat ibu bepergian jauh dr bayi utk waktu lama tidak ditemukan kulkas, maka ibu dapat menyimpan botol (wadah) berisi ASI peras/pompa dalam termos es yg telah diisi es batu tentunya. Jika es batu mencair, ibu bisa menggantinya lagi. Atau ada juga cooler khusus utk mendinginkan lebih lama dg blue ice.

Tips memberikan ASI peras/pompa ke bayi

Berikut tips singkat utk membeirkan ASI yg telah disimpan bagi si kecil :

* Untuk ASI yg dibekukan (dari freezer), amat disarankan agar ASI dicairkan terlebih dahulu kulkas bawah. Dan bukan di suhu ruang. Setelah mencair, aliri wadah berisi ASI pada keran air hangat atau rendamlah wadah berisi ASI dlm wadah lebih besar berisi air hangat.
* JANGAN menghangatkan ASI dalam suhu tinggi. Dan JANGAN merebus ASI. Karena jelas zat nutrisi dalam ASI akan rusak. Terutama zat anti infeksi / zat imun !
* JANGAN menggunakan microwave utk menghangatkan ASI.
* Kocoklah secara perlahan sebelum diberikan ke bayi.
* Berikan dg sendok, pipet, dsb. Untuk bayi <>

Tempat Penyimpanan ASI (Air Susu Ibu) Botol Kaca/Plastik ASI Khusus

Bagi orang tua (ayah dan ibu) yang punya bayi yang ingin menyimpan atau menabung air susu ibu alias asi sebaiknya gunakan botol kaca atau plastik dengan risleting/zipper khusus yang aman untuk menyimpan asi untuk diletakkan di freezer kulkas/lemari es agar bayi kita tidak mengalami gangguan pencernaan atau masalah kesehatan lainnya.
Untuk membeli plastik khusus asi / air susu ibu dapat dibeli di toko-toko perlengkapan bayi yang lengkap. Hindari membeli plastik obat yang dijual di tempat toko plastik jika kita tidak yakin aman untuk anak kita. Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia atau disingkat AIMI menjual botol kaca untuk menyimpan asi yang dapat kita pesan dan diantar langsung ke alamat rumah kita melalui nomor telepon 021-72790165 atau 021-72787243. Jika kita sulit untuk mendapatkan keduanya kita bisa gunakan botol kaca kecil yang telah disterilkan (dicuci dan direbus dalam air mendidih) terlebih dahulu.
Menabung ASI di dalam freezer lemari es sangat berguna tatkala kita krisis atau kekurangan asi dalam payudara ibu. Berfungsi juga ketika sang ibunda bekerja dan telah habis masa cuti hamil maka asi yang berhasil ditabung selama libur cuti hamil bulanan bisa digunakan untuk mengasi bayi kita setelah dipanaskan terlebih dahulu botol yang awet membeku tadi dan disesuaikan suhunya agar bayi mau minum asi yang diawetkan tadi. ASI yang disimpan dalam kebekuan kulkas bisa bertahan/tahan kurang lebih tiga bulan lamanya. Yang perlu diperhatikan adalah kadang bayi tidak mau minum ASI yang sudah masuk freezer, mungkin ini karena pengaruh bahan-bahan lain yang disimpan di freezer misalnya daging dll, walaupun zat di dalam ASI-nya mungkin tetep sama tapi baunya mungkin sudah beda. Jadi mungkin sebaiknya ada kulkas tersendiri untuk penyimpanan ASI. Jika kondisi keuangan terbatas bisa juga dengan menggunakan penetral bau untuk kulkas. Bisa ditemukan di supermarket dengan harga yang relatif murah, biasanya untuk pemakaian jangka waktu 6 bulan. Selamat mencoba!

Protokol Penyimpanan ASI di Rumah untuk Bayi Cukup Bulan (The Academy of Breastfeeding Medicine)

Artikel ini merupakan terjemahan dari ABM Protocols yang dipersembahkan untuk para working mom yang tetap mau memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama untuk bayinya. Jadi tidak asal simpan tapi banyak hal-hal yang perlu diperhatikan.

Tempat Penyimpanan

  1. Untuk penyimpanan dalam jangka panjang, lebih disarankan menggunakan wadah yang kokoh, seperti botol/toples plastic keras atau kaca. Wadah ini harus mempunyai tutup yang kuat sehingga kedap udara.
  2. Kantong plastic (plastic bag) secara khusus hanya dirancang untuk penyimpanan dalam waktu yang singkat (kurang dari 72 jam). Jadi pemakaian kantong plastic tidak disarankan untuk penyimpanan jangka panjang, karena bisa tumpah, bocor, atau lebih mudah terkontaminasi daripada wadah yang kokoh/keras, lagipula komponen ASI yang penting dapat menempel pada plastic yang lunak dan bisa hilang.

Petunjuk Umum

  1. Cucilah tangan sebelum memerah.
  2. Gunakan wadah dan alat pompa yang sudah dicuci dengan sabun, dibilas dan dipanaskan. Jika ada, bisa dicuci di dishwasher, karena dishwasher dilengkapi dengan pemanas air sehingga akan lebih bersih. Jika tidak ada dishwasher, disarankan merebus wadah setelah pencucian. Merebus terutama disarankan pada daerah dimana persediaan air tidak terjamin kebersihannya.
  3. Simpan dalam porsi kecil untuk meminimalkan ASI yang terbuang. Simpanlah dalam takaran 60 ml dan bila bayi masih lapar dapat ditambah dengan porsi kedua supaya ASI yang tidak habis tidak terbuang percuma.
  4. Simpanlah juga dalam porsi yang lebih kecil misalnya 30 – 60 ml untuk tambahan atau untuk situasi yang tidak diharapkan. Susu dalam jumlah sedikit dapat membuat bayi tetap merasa senang sampai ibunya datang untuk menyusui secara langsung.
  5. Susu yang didapat dari perahan di kantor dapat ditambahkan ke ASI yang telah ditaruh di kulkas pada hari yang sama dengan syarat sebelumnya dimasukkan ke kulkas dulu selama minimal 1 jam. Jadi setelah suhunya diperkirakan sama, baru bisa dicampur, tapi dengan syarat di hari yang sama. Jangan mencampur dengan ASI yang diperah hari sebelumnya.
  6. Jangan mencampur ASI yang baru diperah (masih hangat) dengan ASI yang sudah dibekukan karena akan mencairkan ASI yang telah beku tersebut.
  7. Tempelkan label pada wadah ASI dan tuliskan informasi dengan jelas tanggal ASI diperah, dan pisahkan dengan ASI dari hari atau tanggal yang berbeda.
  8. Jangan isi penuh wadah, sisakan ruang kosong karena saat membeku ASI biasanya memuai.
  9. Jangan heran bila komponen ASI memisah selama disimpan karena memang ASI tidak homogen. Bagian krimnya akan naik ke atas dan kelihatan lebih kental dan putih. Sebelum diberikan, goyang-goyangkan wadah ASI secara lembut agar komponen ASI menyatu kembali. Tapi jangan kocok kuat-kuat.
  10. Warna ASI dapat bervariasi dari hari ke hari tergantung dari makanan yang Ibu makan. Bisa agak kebiruan, kekuningan atau kecoklatan. ASI yang dibekukan juga baunya akan beda dengan ASI yang masih segar. Tidak ada alasan untuk tidak menggunakan ASI bila bayi dapat menerimanya.

Panduan Menyimpan ASI

  1. ASI dapat disimpan pada suhu ruang (≤ 25 C) selama 6 – 8 jam. Suhu ruang yang > 25C tidak dapat disamakan keamanannya dengan penyimpanan pada suhu ruang ≤ 25 C. Wadah harus ditutup dan dijaga sedinign mungkin; menutup wadah dengan kain dingin dapat menjaganya lebih dingin.
  2. ASI dapat disimpan dalam tas pendingin (cooler bag) tertutup dengan ice pack selama 24 jam.
  3. ASI aman ditaruh di kulkas hingga 5 hari. Simpanlah ASI di bagian belakang bagian utama kulkas, karena suhu disanalah yang paling dingin.
  4. Jenis freezer tempat ASI disimpan sanag menentukan lama ASI beku dapat disimpan. Secara umum, simpanlah ASI di bagian belakang freezer dimana suhu paling konstan.
    1. Bila freezer menjadi satu dengan kulkas (kulkas 1 pintu) dengan suhu -15C, maka ASI dapat bertahan selama 2 minggu
    2. Bila freezer berbeda pintu dengan kulkas bawah (kulkas 2 pintu) dengan suhu -18C, maka ASI dapat bertahan 3 – 6 bulan.
    3. Bila menggunakan freezer khusus seperti chest freezer atau upright manual defrost deep freezer yang jarang dibuka dengn suhu -20C, maka ASI dapat bertahan 6 – 12 bulan.
  5. Pandun diatas hanya berlaku untuk bayi cukup bulan yang sehat; panduan akan berbeda lagi untuk bayi prematur, sakit, atau dirawat.

Thawing (Mencairkan susu yang beku) atau Menghangatkan Susu

  1. Gunakan ASI yang lebih lama terlebih dahulu.
  2. Bayi boleh diberi ASI dalam keadaan dingin, setara dengan suhu ruang, atau dihangatkan.
  3. Thaw ASI dengan meletakkannya pada kulkas semalam sebelum akan digunakan atau hangatkan dengan menaruhnya pada wadah berisi air hangat.
  4. Jangan sampai batas air hangat rendaman di mangkok menyentuh bibir wadah ASI.
  5. ASI dapat disimpan di kulkas selama 24 jam setelah di-thawed.
  6. Jangan pernah gunakan microwave oven atau kompor untuk memanaskan susu, karena dapat meletup dan dapat merusak antibodi dalam ASI.
  7. Goyang-goyang wadah ASI untuk mencampur kembali krim yang memisah, dan untuk menyebarkan hangatnya. Jangan diaduk.
  8. ASI yang tertinggal di wadah setelah diberikan ke bayi harus dibuang dan jangan dipakai lagi.
  9. Seperti halnya semua makanan, jangan membekukan kembali ASI setelah dihangatkan.

Seputar Penyimpanan ASI

BERAPA LAMA ASI HASIL POMPA/PERAS BISA DISIMPAN PADA SUHU RUANG?

Jika ruangan tidak ber-AC, disarankan tidak lebih dari 4 jam
Jika ruangan ber-AC, bisa sampai 6 jam

catatan: suhu di atas harus stabil, misalnya ruangan
ber-AC, tidak mati sama sekali selama botol ASI ada di dalamnya.

BERAPA LAMA ASI HASIL POMPA/PERAS BISA DISIMPAN PADA SUHU LEMARI ES?

Jika Ibu mengetahui bahwa dalam 4 jam ke depan ASI hasil pompa/peras tidak akan diberikan pada bayi, maka segeralah simpan di lemari es. ASI ini bias bertahan sampai 8 (delapan) hari dalam suhu lemari es, jika ditempatkandalam compartment yang terpisah dari bahan makanan lain yg ada di lemari es tsb.Jika lemari es Ibu kebetulan tidak memiliki compartment terpisah untuk menyimpan botol ASI hasil pompa/perasan, maka sebaiknya ASI tersebut jangan disimpan lebih dari 3 x 24 jam.Ibu juga dapat "membuat" compartment terpisah dengan cara menempatkan botol ASI dalam container plastik yang tentunya dibersihkan terlebih dahulu dengan baik.

BERAPA LAMA ASI HASIL POMPA/PERAS BISA DISIMPAN PADA SUHU FREEZER?

ASI hasil pompa/perasan dapat disimpan dalam freezer biasa sampai 3(bulan) lamanya. Namun Ibu jangan menyimpan ASI ini di bagian pintu freezer, karena bagian ini yang mengalami perubahan dan variasi suhu udara terbesar.Jika Ibu kebetulan memiliki freezer penyimpan daging yang terpisah(biasanya disebut deep freezer) yang umumnya memiliki suhu lebih rendah dari freezer biasa, maka ASI hasil pompa/perasan bahkan dapat disimpan sampai dengan 6 (enam) bulan di dalamnya.

BAGAIMANA CARA MENYIMPAN ASI HASIL POMPA/PERASAN YANG BAIK?

1. Simpan ASI dalam botol yang telah disterilkan terlebih dahulu. Botol yang paling baik sebetulnya adalah yang terbuat dari gelas/beling,namun jika terpaksa menggunakan botol plastik, pastikanlah bahwa plastiknya cukup kuat (tidak meleleh jika direndam dalam air panas)

2. Jangan pakai botol susu yang berwarna / bergambar, karena ada kemungkinan catnya meleleh jika terkena panas

3. Jangan lupa bubuhkan label setiap kali Ibu akan menyimpan botol ASI,dengan mencantumkan tanggal dan jam ASI dipompa/peras

4. Simpan ASI di dalam botol yang tertutup rapat (jangan ditutup dengan dot,karena masih ada peluang untuk berinteraksi dengan udara)

5. Jika dalam satu hari Ibu memompa/memeras ASI beberapa kali, bisa saja Ibu menggabungkan hasil pompa/perasan tsb dalam botol yang sama,dengan catatan bahwa suhu tempat botol disimpan stabil,antara 0 s/d 15 derajat Celcius). Penggabungan hasil simpanan ini bisa dilakukan asalkan jangka waktu pemompaan/pemerasan pertama s/d terakhir tidak lebih dari 24 jam

BAGAIMANA CARA PEMBERIAN ASI YANG SUDAH DIDINGINKAN KEPADA BAYI?

1. Panaskan ASI dengan cara:
(a) membiarkan botol dialiri air panas (bukan mendidih) yang keluar dari keran ATAU
(b) merendam botol di dalam baskom / mangkuk yang berisi air panas (bukan mendidih)

2. Jangan sekali-sekali memanaskan botol dengan cara mendidihkannya dalam panci, menggunakan microwave atau alat pemanas lainnya (kecuali yang memang di-design untuk memanaskan botol berisi simpanan ASI)

3. Ibu tentunya mengetahui berapa banyak bayi Ibu biasanya sekali meminum ASI. Sesuaikanlah jumlah susu yang dipanaskan dengan kebiasaan tsb.Misalnya dalam satu botol Ibu menyimpan sebanyak 180 cc ASI tetapi bayi Ibu biasanya hanya meminum 80, jangan langsung dipanaskan semua. INGATbahwa susu yang sudah dipanaskan tidak bisa disimpan lagi!

BAGAIMANA MENGETAHUI APAKAH ASI YANG DISIMPAN SUDAH BASI?

Sebenarnya jika Ibu mengikuti pedoman pemompaan/pemerasan ASI dan penyimpanan yang baik, ASI tidak akan mungkin basi. Kadang memang setelah disimpan / didinginkan akan terjadi perubahan warna dan rasa, tapi itu tidak menandakan bahwa ASI sudah basi. Asalkan Ibu berada dalam keadaan bersih ketika memompa/memeras, menyimpan ASI dalam botol yang steril & tertutup rapat, dalam jangka waktu yang dijabarkan seperti di atas dan saat memanaskan juga mengikuti petunjuk, mudah-mudahan ASI Ibu terjaga dalam kondisi yang baik.Dibandingkan susu formula, ASI lebih tahan lama.

Orang Tua Bekerja pun Bisa Sukses Memberi ASI Eksklusif

Siapa bilang orang tua yang bekerja di luar rumah tidak bisa memberikan ASI Eksklusif pada anaknya? Pasti bisa, jika memiliki pengetahuan dan dukungan yang cukup dalam manajemen laktasi. Ya, pengetahuan dan dukungan diperlukan agar proses pemberian ASI Eksklusif pada bayi yang kedua orang tuanya bekerja tidak memiliki hambatan yang berarti. Oleh karena itu, penting sekali untuk mendapatkan pengetahuan dan dukungan ASI Eksklusif dari lingkungan keluarga hingga lingkungan pekerjaan sejak sebelum melahirkan.

Mengapa saya gunakan kata orang tua, bukan ibu? Padahal yang memproduksi ASI kan ibu? Karena proses pemberian ASI tidak hanya melibatkan ibu dan bayi saja. Ayah memiliki peranan penting dalam mensukseskan pemberian ASI. Apa peranan ayah? Yang pertama tentu memberi dukungan penuh pada istrinya memberikan ASI Eksklusif pada bayi mereka. Yang kedua melindungi istri dan bayi, jika ada pihak yang kontra terhadap pemberian ASI. Yang ketiga, bersama-sama istri merawat dan mengasuh bayi.

Keterlibatan ayah dalam pemberian ASI, akan meningkatkan kepercayaan diri ibu dan lingkungan. Dengan demikian, ibu akan terhindar dari rasa tidak percaya diri, kuatir, gelisah yang dapat mengakibatkan turunnya produksi hormon oksitosin. Hormon oksitosin merupakan hormon penting untuk pengaliran ASI. Turunnya produksi hormon ini dapat berakibat pada turunnya produksi ASI akibat pengaliran ASI yang kurang lancar.

***

Saat ini, sudah banyak orang tua yang berhasil memberikan bayi mereka ASI Eksklusif, meskipun kedua orang tua bekerja. Bahkan banyak pula yang mampu meneruskan menyusui hingga anaknya berusia dua tahun atau lebih. Semua itu mungkin dilakukan jika ibu mendapatkan informasi yang benar mengenai pemberian ASI maupun penggantinya (susu formula, dan berbagai jenis cairan lain) sejak masa kehamilannya.

Dengan mendapatkan informasi yang benar, manfaat dan risikonya, maka ibu dan ayah dapat memilih akan memberikan nutrisi apa pada anaknya dengan kesiapan untuk menanggung risikonya. Sebagian besar orang tua (ibu dan ayah) yang gagal memberikan ASI pada anaknya adalah karena ketidak tahuan bahwa pengganti ASI memiliki berbagai macam risiko kesehatan yang cukup tinggi bagi anaknya, saat ini hingga ia dewasa kelak.

Oleh karena itu, pengetahuan dasar yang perlu diketahui oleh orang tua adalah apa manfaat ASI? Manfaat ASI banyak sekali, dan tidak ada efek samping yang buruk sama sekali. Meskipun ibunya sedang sakit. Atau bayinya sedang sakit. ASI akan mempercepat kesembuhan ibu maupun bayi. Dan, masih banyak manfaat ASI lainnya.

***

Jadi, apa sih yang perlu dipersiapkan orang tua yang bekerja agar anak-anaknya bisa mendapatkan ASI Eksklusif?
Kuatkan NIAT! Pahami alasan-alasan mengapa harus tetap memberikan ASI. Yakinkan diri dan lingkungan terhadap manfaat-manfaatnya, terutama untuk kesehatan ibu dan bayi, serta menjaga “bonding” ibu dan bayi, meskipun ibu harus bekerja.
Bulatkan TEKAD! Siapa saja yang perlu membulatkan tekad? Ayah dan ibu harus satu kata. Setelah itu apa? PERCAYA DIRI! Caranya bagaimana? Dengan mengikuti edukasi atau mencari informasi yang sebenar-benarnya, dan mencari atau membentuk dukungan untuk memberikan ASI Eksklusif.

Apabila rasa PERCAYA DIRI untuk menyusui sudah kuat, maka langkah kedua adalah memantapkan KOMITMEN! Jika sudah berkomitmen kuat, maka pastikan langkah ketiga ini Anda lakukan: MULAI DENGAN BENAR.

Bagaimana memulai dengan benar?
1) Inisiasi menyusu Dini (IMD),
2) Rawat Gabung 24 jam,
3) Hanya ASI saja, dan
4) yang terpenting susuilah dengan SEPENUH HATI!

Nah, jika pemahaman sudah sampai tahap ini, maka bagi orang tua yang bekerja perlu mempersiapkan segala sesuatunya, agar ketika ibu mulai masuk bekerja sudah memiliki stok ASI Perah (ASIP), sudah memiliki kemampuan manajemen laktasi yang baik, sudah memiliki pengasuh yang handal dan dapat dipercaya untuk mengasuh dan memberikan ASIP.

Apa saja persiapan yang perlu dilakukan?

Persiapan saat hamil

  • Rencanakan porsi cuti melahirkan lebih lama ketika bayi sudah lahir.
  • Beritahukan rencana Anda untuk tetap memberikan ASI ketika sudah kembali bekerja.
  • Periksa juga apakah ada ruangan yang bisa digunakan untuk memerah ASI.
  • Mintalah dukungan pada rekan-rekan kantor, atasan, dan juga serikat pekerja yang ada.
  • Bergabunglah dengan organisasi/kelompok pendukung ibu-ibu ASI.
  • Belajarlah cara memerah ASI dengan tangan, atau mulai mencari breastpump (pompa ASI) yang sesuai.
  • Pertimbangkan pilihan cara/pekerjaan yang dapat mensukseskan pemberian ASI. Mulai dari pilihan jenis pekerjaan (jika ada) paruh waktu atau penuh waktu.
  • Kemudian pilihan cara pengantaran ASIP, apakah dibawa oleh Anda sendiri ketika pulang kerja, atau menggunakan jasa pengantaran ASIP untuk dikirim ke rumah.
  • Mantapkan komitmen Anda untuk terus memberikan ASI pada sang buah hati, walaupun harus kembali bekerja.

Persiapan setelah melahirkan

  • IMD secara langsung minimal 1 jam setelah kelahiran.
  • Perbanyak kontak kulit dengan bayi.
  • Istirahat yang cukup, relaks, dan fokuskan diri Anda untuk memantapkan kegiatan menyusui.
  • Tingkatkan pasokan ASI Anda denganmenyusui bayi sesuai dengan pemintaan.
  • Perah ASI di sela-sela setelah menyusui.
  • Hindari pemberian ASIP menggunakan dot, karena berisiko terkena gejala “bingung puting”.
  • Belajar untuk memberikan ASIP kepada bayi dengan menggunakan metode selain dot: cangkir, pipet, sendok kecil, dsb.
  • Pilih dan latih pengasuh bayi yang juga mendukung pemberian ASI.
  • Mantapkan teknik memerah ASI dengan tangan, atau menggunakan pompa ASI.
  • Mulai menabung ASIP 1 bulan sebelum mulai masuk kerja. Simpan ASIP sesuai dengan tata cara yang benar.
  • Konfirmasikan kembali dengan pihak kantor / atasan anda mengenai rencana Anda untuk tetap memberikan ASI. Serta informasikan jadwal dan lokasi Anda akan memerah ASI.
  • Jika memungkinkan, gunakan 1 hari untuk uji coba meninggalkan bayi di rumah dengan pengasuh, dan Anda melakukan aktifitas perjalanan dari rumah ke kantor dan sebaliknya . Serta aktifitas memerah dan menyimpan ASIP di tempat kerja.

Persiapan ketika sudah kembali bekerja

  • Pertimbangkan untuk kembali bekerja pada hari Kamis, agar lebih mudah bagi Anda dan bayi untuk menyesuaikan ritme baru, karena hari sabtu sudah bisa bersama lagi.
  • Persiapkan segala kebuthan esok hari, pada malam hari sebelumnya.
  • Susui bayi Anda sebelum berangkat ke kantor.
  • Usahakan agar perpisahan dan pertemuan kembali dengan bayi dilaksanakan dalam suasana gembira.

Ketika berada di kantor:

  • Perah atau pompa ASI sesuai jadwal menyusu bayi Anda atau minimal dalam rentang waktu 3 jam.
  • Perah atau pompa ASI secara teratur sesuai dengan jadwal dan sebelum payudara Anda terasa penuh.
  • Gunakan cara yang benar untuk menyimpan dan mengangkut ASIP.
  • Pastikan bahwa pengasuh bayi Anda mengeri tata cara pemberian ASIP yang benar.
  • Minta kepada pengasuh bayi Anda untuk tidak memberikan ASIP ketika anda sudah dekat rumah.
  • Susuilah bayi Anda ketika sudah kembali pulang, pada malam hari, di akhir pekan dan setiap saat Anda sedang bersama bayi.
  • Minta dukungan sesama rekan kantor dalam upaya anda untuk terus memberikan ASI.
  • Carilah sesama ibu bekerja yang juga menyusui untuk saling tukar pendapat pengalamam dan saling mendukung.

Pelaksanaan langkah-langkah itu memang tak semudah membacanya. Tapi percayalah, dengan bekal rasa cinta terhadap anak-anak Anda, Anda akan mampu melewati tahap demi tahap, langkah demi langkah. Semua itu demi memberikan bekal yang menjadi pondasi anak-anak Anda untuk tumbuh menjadi manusia utuh dan seperti harapan sebagian besar orang tua, anak harus lebih baik dari orang tuanya.

***

Sekarang Anda sudah mendapatkan berbagai informasi dan langkah-langkah apa yang harus Anda berdua (dengan suami/istri) lakukan. Saatnya memantapkan KOMITMEN, bahwa HANYA ASI saja nutrisi terbaik untuk bayi 0-6 bulan, dan setelah bayi Anda berusia di atas 6 bulan TETAP BERIKAN ASI tanpa campuran susu lainnya dan tambahkan Makanan Pendamping ASI buatan rumah.

Semoga Anda dan pasangan Anda bisa satu kata, satu asa, dan satu langkah dalam memberikan asupan gizi bagi anak-anak Anda. Selamat berjuang wahai orang tua yang mencintai anak-anaknya.

***

Sumber:
Materi Kelas Edukasi AIMI – Breastfeeding Tips for Working Mothers, 2010

Panduan memberi ASI Eksklusif

Ini dari tabloid Nakita online, sebuah panduan sederhana namun cukup membantu bagi Anda yang bekerja, dan perlu memerah ASI baik di rumah maupun di tempat kerja. Bagi Anda yang sibuk bekerja, tidak mustahil kok tetap memberi ASI Eksklusif bagi bayi Anda! Yang penting, niatnya memang sudah bulat, dan 'siap' untuk melakukan hal-hal berikut ini. Menurut web-nya, teknik ini sepengetahuan ahli laktasi dr. Utami Roesli, SpA., MBA., CIMI., IBCLC, Ketua Yayasan Sentra Laktasi Indonesia.

  1. Letakkan ibu jari di atas kalang payudara dan jari telunjuk serta jari tengah di bawah sekitar 2,5 ­3,8 cm di belakang puting susu membentuk huruf C. Anggaplah payudara sebagai jam, maka posisi/arah ibu jari berada pada jam 12, dua jari lain berada di posisi jam 6. Ibu jari dan jari telunjuk serta jari tengah saling berhadapan. Jari-jari diletakkan sedemikian rupa sehingga "gudang" ASI berada di bawahnya.
  2. Tekan lembut ke arah dada tanpa memindahkan posisi jari-jari tadi. Payudara yang besar dianjurkan untuk diangkat lebih dulu. Kemudian ditekan ke arah dada.
  3. Buatlah gerakan menggulung (roll) dengan arah ibu jari dan jari-jari ke depan untuk memerah ASI keluar dari gudang ASI yang terdapat di bawah kalang payudara di belakang puting susu. Jangan menggesekkan ibu jari dan jari-jari pada kulit karena akan menimbulkan rasa sakit atau nyeri.
  4. Ulangi gerakan-gerakan tersebut (1,2,3) sampai aliran ASI berkurang. Kemudian pindahkan lokasi ibu jari ke arah jam 11 dan jari-jari ke arah jam 5, lakukan kembali gerakan memerah seperti tadi.
  5. Lakukan pada kedua payudara secara bergantian. Begitu tampak ASI memancar dari puting susu, itu berarti gerakan tersebut sudah benar dan berhasil menekan gudang ASI. Jangan lupa untuk meletakkan cangkir bermulut lebar yang sudah disterilkan di bawah payudara yang diperah.

Seluruh prosedur persiapan dan pemerahan dengan tangan membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit, meliputi:

- Massage, stroke, dan shake.
- Perah kedua payudara selama 5-7 menit tiap payudara.
- Massage, stroke dan shake.
- Perah kedua payudara selama 3-7 menit tiap payudara.
- Massage, stroke dan shake.
- Perah kedua payudara selama 2-3 menit tiap payudara.

Sebagai catatan, waktu yang dibutuhkan untuk memerah ASI di atas hanyalah patokan saja. Bila pasokan ASI sudah baik/banyak, patokan tersebut dapat diabaikan karena patokan waktu ini bermanfaat bila ASI hanya keluar sedikit atau bahkan belum keluar sama sekali. Yang justru harus diperhatikan adalah aliran ASI. Bila mulai berkurang alirannya segera ganti dengan memerah payudara berikutnya.

- Hilman Hilmansyah. Ilustrasi Dok. NAKITA

Selengkapnya, silakan buka web-nya Nakita disini. Disana dilengkapi juga dengan ilustrasi proses memerahnya. Selain mengenai memerah ASI, masih banyak materi yang mungkin membantu Anda yang berniat mempraktekkan ASI Eksklusif untuk buah hati Anda. Selamat menikmati!