tessssss

Jumat, 07 September 2018

a Vision

bismillah...

Ini sekedar corat coret aja. Pernahkah mengalami sebuah mimpi atau lintasan bayangan yang kemudian menjadi kenyataan? Kadang berupa mimpi dalam tidur, kadang ketika sedang bangun tiba-tiba melintas bayangan tentang sesuatu kejadian, yang pada akhirnya kejadian itu menjadi kenyataan. Kadang mimpi, kadang hanya cuplikan kejadian, a vision. 

well, hal ini aku alami sejak masih remaja, tepatnya duduk di bangku SMP. Dan aku kasih tau ya, gak enak mengalami hal-hal seperti ini. Aku sendiri tidak mengerti mengapa bisa mengalami hal ini. Bahkan hingga dewasa dan berumah tangga hingga punya dua anak, aku masih saja mengalami visi seperti ini. Yang paling terakhir aku ingat aku mengalaminya lewat mimpi, yang keesokan harinya menjadi kenyataan, persis seperti mempi yang aku alami. Sedangkan pengalaman pertama ketika duduk di bangku SMP itu, aku "melihat" kejadian tersebut ketika sedang istirahat di kelas, sedang duduk bersama teman-teman. Aneh.

Sudah bertahun-tahun aku mengalaminya, barulah sekitar tahun 2012 aku menemukan blog yang mengupas tentang apa yang aku alami, Blog Enigma. Nih aku copaskan artikel dari blog Enigma tentang fenomena yang aku alami, yaitu Precognition Dream.

ini link artikelnya : 

Precognitive Dream - Fenomena mimpi yang menjadi kenyataan

Pernahkah kalian bermimpi pada suatu hari dan mimpi kalian menjadi kenyataan pada hari berikutnya ? 
Pernahkah kalian memimpikan terjadinya sebuah bencana dan bencana tersebut benar-benar
terjadi pada hari-hari berikutnya ? Fenomena inilah yang disebut precognitive dream,
mimpi yang berubah menjadi kenyataan. 

Fenomena ini memang tidak akan bisa dipahami sepenuhnya dari segi sains. Karena itu, ketika menulis
soal ini, kebanyakan sumber yang saya temukan adalah situs new age atau paranormal. Jadi, jangan
berharap tulisan ini dapat menjawab semua pertanyaan yang kalian miliki mengenai fenomena ini.

Saya akan mulai dari definisinya.

Precognitive Dream adalah sebuah mimpi yang memberikan kepada seseorang informasi mengenai apa
yang akan terjadi di masa depan.

Dengan kata lain, mimpi ini memiliki sifat meramalkan.

Precognitive Dream dan Manusia
Kebanyakan mimpi yang bersifat ramalan ini berkaitan dengan bencana, perang, pembunuhan, kecelakaan,
bahkan kuda pacu yang akan keluar sebagai pemenang. Namun, kadang hanya berhubungan dengan hal-hal
kecil yang terjadi di kemudian hari.

Oh ya, jika saya berbicara mengenai precognitive dream, saya tidak sedang berbicara mengenai
kemampuan khusus yang dimiliki oleh paranormal. Saya berbicara mengenai pengalaman yang dialami oleh
sebagian besar manusia di bumi ini, termasuk anda dan saya.

Pada konferensi Association for the Study of DreamsRobert Waggoner, seorang psikolog dan peneliti
mimpi, mengatakan bahwa precognitive dream mengabaikan status, jabatan, budaya dan agama.

Karena itu, siapa saja di dunia ini, selama ia adalah manusia dan masih hidup pasti bisa mengalaminya.
Yang berbeda hanyalah intensitas pengalaman tersebut.

Sebuah studi yang dilakukan oleh universitas Baylor menemukan bahwa 52 persen masyarakat percaya
dengan precognitive dream. Bahkan sebuah survei pernah menemukan adanya 66 persen responden yang
mengalami precognitive dream yang akurat.

Dalam sejarah, Abaham Lincoln pernah bermimpi melihat tubuhnya terbaring di sebuah peti mati, dua
minggu sebelum pembunuhannya. Lalu seorang insinyur dari Inggris bernama John Dunne pernah
memimpikan mengenai letusan sebuah gunung api di Perancis yang kemudian menjadi kenyataan.

Kategori Precognitive Dream

Menurut para peneliti yang sebagian besar adalah psikolog, tidak semua mimpi yang menjadi kenyataan
 dapat disebut sebagai precognitive. Untuk memenuhi syarat sebagai precognitive, maka mimpi yang
menjadi kenyataan itu TIDAK BOLEH memenuhi empat unsur di bawah ini, yaitu :
  1. Menjadi nyata karena probabilitas
  2. Sang pemimpi sudah mengetahui peristiwa tersebut akan terjadi.
  3. Self fulfilling prophecy
  4. Pengaruh Telepati
Akan saya jelaskan dibawah ini :

Menjadi nyata karena probabilitas.
Contohnya, kita membaca berita bahwa 3 hari lagi akan diadakan demo besar-besaran. Lalu malamnya, kita
bermimpi mengenai demo tersebut dan kita melihat terjadinya aksi lempar-lemparan batu antara pendemo
dengan polisi.

3 Hari kemudian, memang ada demo besar-besaran dan terjadi aksi lempar-lemparan batu.

Mimpi kita menjadi kenyataan, namun tidak bisa disebut precognitive karena probabilitas terjadinya aksi
anarki pada demo sangat tinggi.

Sang pemimpi sudah mengetahui mengenai kejadian tersebut.
Syarat ini memiliki contoh sama seperti di atas. Kita telah mengetahui akan terjadi demo sebelumnya.
Karena itu, ketika kita memimpikannya, kita tidak bisa menyebutnya sebagai precognitive.

Self fulfilling prophecy
Self Fulfilling prophecy (Ramalan yang dipenuhi sendiri) adalah sebuah prediksi yang secara langsung
ataupun tidak langsung menyebabkannya menjadi kenyataan.

Misalnya, ada sebuah ramalan palsu yang diberitakan. Namun ketika ia dideklarasikan sebagai
ramalan sejati, maka deklarasi ini mungkin akan mempengaruhi orang-orang untuk membuatnya menjadi
kenyataan.

Contoh paling sederhana adalah rumor.

Misalnya, di masyarakat beredar sebuah rumor bahwa bank enigmus (misalnya) mengalami kesulitan
likuiditas dan mungkin akan ditutup oleh pemerintah. Padahal kenyataannya bank enigmus sama sekali
tidak mengalami kesulitan keuangan apapun. Rumor itu dihembuskan oleh para pesaingnya untuk
menjatuhkan reputasi bank tersebut. Lalu para nasabah yang jumlahnya banyak menjadi khawatir dengan
rumor tersebut dan segera berbondong-bondong ke bank untuk menarik simpanan mereka.

Tebak, apa yang terjadi selanjutnya ?

Bank enigmus yang baik-baik saja mengalami kolaps karena penarikan dana secara besar-besaran. Bank
enigmus pun dilikuidasi (atau di bail out) oleh pemerintah. Dan nasabah pun akan berkata,"Ternyata rumor
tersebut benar !"

Inilah self fulfilling prophecy.

Jadi, Jika kalian memimpikan sebuah peristiwa dan turut serta dalam menjadikannya kenyataan, maka jelas
itu bukan precognitive.

Pengaruh telepati
Sigmund Freud, bapa psikoanalisa pernah mempelajari hubungan antara mimpi dan pikiran bawah sadar.
Ia pernah berkata "Adalah sebuah fakta yang tidak terbantahkan bahwa tidur merupakan kondisi yang
sangat baik untuk telepati."

Percaya atau tidak, pernyataan ini terbukti dari banyak eksperimen. Salah satunya adalah eksperimen
yang dilakukan oleh psikiater Italia bernama GC Ermacora dimana Ia berhasil memberikan pesan kepada
seseorang yang sedang tertidur dan bermimpi.

Jadi, dengan kata lain, mimpi seseorang bisa dipengaruhi oleh telepati. Tentu saja, jika mimpi yang
dialami berasal dari pengaruh telepati, maka mimpi tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai precognitive.

Precognitive Dream dan Tekanan Psikologi
"Para pemimpi yang mendapatkan mimpi precognitive sering mengatakan bahwa mereka merasakan
perasaan yang berbeda ketika mendapatkan mimpi itu dibanding dengan mimpi biasa." Kata EW Kellog
III.Ph.D.

Mereka juga akan menjadi sangat terganggu. Banyak juga yang melaporkan perasaan yang sangat nyata
setelah terbangun dan bahkan mereka benar-benar percaya bahwa mimpi itu akan segera terjadi.

Pemimpi yang lain mengatakan bahwa ingatan akan mimpi itu biasanya melekat terus di dalam pikiran
mereka selama bertahun-tahun. Karena itulah, banyak pemimpi precognitive yang depresi. Mereka
ketakutan karena berpikir bahwa sebuah kecelakaan terjadi karena mereka memimpikannya atau
memikirkannya.

Namun ketakutan ini tidak beralasan karena precognitive dream TIDAK menyebabkan sesuatu
terjadi. Precognitive dream HANYA menerima informasi mengenai apa yang akan terjadi di kemudian
hari.

Siapa yang biasa mengalaminya ?

Hasil uji scan terhadap otak menunjukkan bahwa manisfestasi precognition berasal dari bagian otak yang
mengontrol emosi. Pada individu yang memiliki emosi yang lebih terkendali, akurasi precognition juga
menjadi lebih tinggi.

Studi terbaru juga menunjukkan bahwa individu yang kreatif menunjukkan akurasi yang lebih tinggi atas uji
precognitive.

Lalu, pada artikel berjudul "Time : Exploring the Unexplained", penelitian menunjukkan bahwa mereka
yang secara aktif dan teratur mengikuti disiplin mental seperti yoga dan meditasi juga memiliki tingkat
akurasi precognitive yang tinggi.

Dari hasil studi ini, kita bisa menyimpulkan bahwa pemimpi precognitive jelas bukan orang gila atau
orang aneh, melainkan orang yang memiliki emosi yang terkendali dan kreatif.

Mendengar ini, mungkin kalian akan menjadi sedikit bangga menjadi seorang precog dreamer.

Teori-teori precognitive
Precognitive dream adalah sebuah fenomena yang belum bisa dijelaskan oleh sains secara sempurna.
Walaupun begitu, ketertarikan akan subyek ini telah bermula sejak masa Aristoteles. Pada masa yang lebih
modern sekarang ini, beberapa teori sains lahir untuk menjelaskan, atau paling tidak, memberikan sedikit
gambaran mengenai fenomena ini. Ini diantara teori-teori tersebut yang saya anggap cukup menarik.

Teori Frekuensi
Sebelum terjadi gempa, hewan-hewan akan berlarian keluar. Para ilmuwan percaya bahwa pergeseran
lempeng bumi telah menciptakan frekuensi yang dapat ditangkap oleh otak hewan. Bumi, dalam kondisi
normal memiliki frekuensi sekitar 7,83 hertz. Seseorang (atau hewan) yang selaras dengan frekuensi
tersebut dapat merasakan perubahan itu, karena itu mereka berlarian keluar.

Berdasarkan argumen ini, lahirlah teori frekuensi. Menurut teori ini, selama bermimpi, pikiran bawah
sadar kita mulai terbebas dari belenggu pikiran sadar dan mulai dapat mengontrol bagian otak yang
mengatur intuisi dan emosi. Dan hasilnya adalah "tune in" dengan frekuensi yang lain yang menyebabkan
terjadinya precognitive dream.

Masalahnya dengan teori ini adalah, apakah "waktu masa depan" memiliki frekuensinya sendiri ?

Sains tidak bisa menjawab ini.

Law of Large Numbers
Teori ini diajukan oleh seorang skeptis bernama Robert Todd Carroll, penulis buku "The Skeptic's
Dictionary'.
Ia mengatakannya sebagai berikut :

"Katakanlah, kemungkinannya adalah satu juta banding satu ketika seorang individu memimpikan

sebuah pesawat jatuh dan keesokan harinya sebuah pesawat benar-benar jatuh. Dengan adanya 6

milyar manusia yang memiliki sekitar 250 tema mimpi yang berbeda setiap malam, maka pastilah

akan ada sekitar 1,5 juta manusia dalam sehari yang memiliki mimpi yang sepertinya bersifat

meramalkan."
Bagi Robert, precognitive dream hanyalah sebuah kebetulan atau sebuah probabilitas yang muncul karena
hukum statistik.

Teori ini, sejalan dengan argumen lain yang menyebutkan bahwa keberhasilan precognitive dream
sebenarnya terjadi karena bias memori.

Bias Memori
Artinya, Memori kita hanya akan mengingat mimpi yang menjadi kenyataan dan melupakan mimpi yang
tidak menjadi kenyataan.

Ketika sebuah peristiwa terjadi, otomatis, sang pemimpi hanya mengingat mimpinya yang
akurat dan ia akan berkata,"Aku sudah pernah memimpikannya!" Tapi ketika mimpi itu tidak menjadi
kenyataan, ia akan segera melupakan mimpi tersebut.

Teori ini mungkin ada benarnya juga. Dalam salah satu eksperimen, subyek diminta untuk menulis mimpi
mereka dalam sebuah buku catatan. Hal ini dilakukan untuk mencegah memori selektif bekerja. Setelah
dibandingkan dengan peristiwa nyata, mimpi yang tercatat tersebut sepertinya kehilangan akurasinya.

Kesimpulannya, kita bermimpi banyak. Banyak yang tidak akurat dan sebagian akurat. Semuanya hanyalah
kebetulan semata.

Ya, saya tahu, kalian tidak puas dengan teori-teori ini. Tapi memang sains tidak bisa menjelaskan fenomena
ini dengan sempurna. Mau apa lagi ?

Sekarang, setelah sedikit mengasah otak dengan beberapa teori yang rumit, kita akan masuk ke dalam
pertanyaan terpentingnya, yaitu : why me ?

Mengapa precognitive dream terjadi ?
Ini adalah pertanyaan yang banyak ditanya oleh para pemimpi precognitive.

Sekali lagi, para peneliti tidak memiliki jawaban yang pasti. Mereka hanya mengatakan, Mungkin
mimpi itu terjadi sebagai bagian dari mekanisme pertahanan hidup manusia. Dengan suatu cara,
mereka diingatkan akan bahaya yang akan datang. Banyak kesaksian yang menyebutkan adanya
perubahan jadwal perjalanan tiba-tiba yang menyelamatkan seseorang dari bencana - Ingat film Final
Destination.

Lalu, kalian mungkin akan berkata,"Ya, itu mimpi yang berkaitan dengan diri kita sendiri. Bagaimana
dengan mimpi yang berkaitan dengan orang lain ? Bagaimana jika saya memimpikan mengenai
kecelakaan yang akan dialami oleh sahabat saya ?"

Saya tidak menemukan jawaban pertanyaan ini dari para ilmuwan. Tapi jika kalian bertanya kepada saya,
maka saya akan menjawab :

"Tuhan ingin memakai kalian untuk memperingatkan mereka. Jadi, angkat teleponmu dan hubungi dia !"

Precognitive Dream - Last Words
Kita bukan sebuah robot yang terdiri dari mesin-mesin mekanis. Kita adalah manusia yang terdiri dari darah,
 daging dan roh. Karena itu, manusia disebut juga makhluk spiritual.

Siapa yang bisa mengambil roh manusia dan menelitinya di bawah mikroskop ?

Sebagai makhluk spiritual, adalah hal yang wajar jika kita mengalami beberapa pengalaman spiritual.
Jika kita bisa memahami ini dan menerimanya apa adanya, maka mungkin kita bisa menjadi lebih tenang
dan bahagia.

Dalam kasus precognitive dream, saya lebih suka menganggapnya sebagai wilayah spiritual dibanding
sains.

Just food for thought :)


Kamis, 06 September 2018

Asunaro Hakusho : Serial Favorit Masa Remaja

http://asianwiki.com/Asunaro_Hakusho
bismillah...

Di era maraknya drama impor akhir 90an, serial Jepang telah lebih dulu mendapat tempat di hati pemirsanya. Ketika aku masih kanak-kanak, aku sudah nonton serial Oshin di TVRI dulu. Hingga aku remaja, serial Jepang (bukan serial untuk anak-anak ya) masih merajalela, terutama Indosiar yang sangat memanjakan permirsa serial Jepang. Aku ingat yang paling terkenal itu Tokyo Love Story. Tapi ntah kenapa perhatianku lebih terpusat pada serial satu ini, Asunaro Hakusho, yang ketika tayang di Indosiar diberi judul Ordinary People.

Barangkali karena mengusung tema persahabatan dan percintaan masa sekolah dan kuliah, maka sangat menarik minatku yang waktu itu masih duduk di bangku SMP. Menurut aku, para pemeran di Asunaro Hakusho ini lebih good looking, natural dan masing-masing berkarakter kuat. Mereka berlima, yaitu Narumi Sonoda, Kakei Tamotsu, Toride Osamu, Seika Higashiyama dan Matsuoka Junichiro.

Mereka juga datang dari latar belakang berbeda-beda. Ada si Kaya, si Biasa-Biasa dan si Miskin, seperti si Kakei, yang meskipun mencintai Narumi namun merasa tidak pantas karena berasal dari keluarga miskin dan hancur. Suka duka dan pasang surut, termasuk pertikaian mereka alami, hingga akhirnya kematian Junichiro membuat mereka tersadar bahwa hidup yang ada harus dihargai, teman-teman yang ada harus disyukuri.



http://jdrama-dvd.blogspot.com/2009/07/asunaro-hakusho.html


Foto di atas merupakan cuplikan adegan awal perkenalan Narumi dan Osamu. Osamu jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Narumi sejak perkenalan. Sepanjang film, Osamu menjadi lelaki yang paling tulus dan setia dalam menyayangi Narumi, meski Narumi sendiri tidak bisa mencintai Osamu walau sudah berusaha. Karena Narumi ternyata mencintai si Kakei. Kalo menurut aku sih, Narumi cocoknya sama Osamu, karena terbukti Osamu paling tulus dan paling mengerti Narumi. Kata-kata saktinya "kamu selalu bisa menjadi dirimu sendiri ketika sedang bersama aku". Osamu juga selalu hadir disaat-saat berat dalam hidup Narumi.

mydramalist.com/2694-ordinary-people/photos
Namun sayang Narumi tidak bisa membalas cinta Osamu. Dirinya justru melabuhkan hatinya pada Kakei, lelaki cenderung misterius, mempunyai "iblis' dalam dirinya (pengakuannya sendiri pada Junichiro), dan tidak setia serta plin plan dengan wanita lain. Heheheh sadis ya penilaian aku, yah memang.....coba nonton deh. Tapi entah mengapa tipe lelaki bad boy selalu jadi juara. Baik juara dalam merebut hati wanita, termasuk pula juara dalam membuat wanita menangis. Narumi sudah membuktikannya. Kakei memang tidak pintar memperlakukan wanita dengan baik. Mungkin latar belakang keluarganya yang berantakan serta hidupnya yang keras yang membentuk karakternya seperti itu. Kakei dan Osamu saling bersahabat namun juga saling bersaing dalam mendapat hati Narumi. Meski demikian, mereka sebenarnya saling mempersilahkan satu sama lain untuk memenangkan hati Narumi. Dalam hal ini aku masuk team Osamu, yang ternyata harus kecewa karena diakhir film ternyata Kakeilah yang berjodoh dengan Narumi.

http://ic83.blogspot.com/2011/04/ordinary-people-asunaro-hakusho.html


Selain Narumi, Osamu dan Kakei, ada juga karakter Seika dan Junichiro. Seika, cewe paling cantik dalam serial ini digambarkan sebagai sosok dewasa dan calm serta cerdas. Dia juga sebenarnya menaruh hati pada Kakei, namun akhirnya menambatkannya pada Junichiro, bahkan mereka mempunyai anak. Junichiro, si Pianis yang anak orang kaya yang rendah hati dan suka membantu. He's a nice guy menurut aku, hampir mirip Osamu, hanya saja pembawaannya lebih kalem. Namun sayang Junichiro menderita sakit gay, dan menaruh hati sama.................coba tebak deh.

Overall, selama nonton serial ini ada beberapa adegan yang lucu dan bikin tertawa terbahak-bahak, adegan menggelikan sekaligus adegan sedihnya. Btw karena ini serial dari luar, tentu budayanya beda. Banyak hal yang perlu disaring dari serial ini, karena budaya pergaulan bebas dan bahkan isu LGBT ada dalam serial ini. Sudah 20 tahun lebih sejak pertama kali aku nonton serial ini untuk pertama kali. Bahkan hingga kini masih suka nonton nostalgia. Nostalgiaaaaa









Senin, 05 Maret 2018

Ordinary World : Jangan Menangisi Hari Kemarin

"Ordinary World"

Came in from a rainy Thursday
On the avenue
Thought I heard you talking softly

I turned on the lights, the TV
And the radio
Still I can't escape the ghost of you

What has happened to it all?
Crazy, some'd say
Where is the life that I recognize?
Gone away

But I won't cry for yesterday
There's an ordinary world
Somehow I have to find
And as I try to make my way
To the ordinary world
I will learn to survive

Passion or coincidence
Once prompted you to say
"Pride will tear us both apart"
Well now pride's gone out the window
Cross the rooftops
Run away
Left me in the vacuum of my heart

What is happening to me?
Crazy, some'd say
Where is my friend when I need you most?
Gone away

But I won't cry for yesterday
There's an ordinary world
Somehow I have to find
And as I try to make my way
To the ordinary world
I will learn to survive

Papers in the roadside
Tell of suffering and greed
Here today, forgot tomorrow
Ooh, here besides the news
Of holy war and holy need
Ours is just a little sorrowed talk

And I don't cry for yesterday
There's an ordinary world
Somehow I have to find
And as I try to make my way
To the ordinary world
I will learn to survive

Every one
Is my world, I will learn to survive
Any one
Is my world, I will learn to survive
Any one
Is my world
Every one
Is my world




Bismillah...
Pertama dengar lagu dari band Duran-Duran ini sekitar tahun 1993 ketika masih SD. Ketika itu aku masih belum mengerti bahasa Inggris kecuali yes no doang, tapi dengar irama lagu ini kok berasa "magis" gitu. Tidak ada bagian yang klimaks dimana vokalisnya melengkingkan suara seperti lazimnya band rock 80-an dan 90-an, namun irama yang cenderung datar dan konstan ini justru terasa dekat, bersahabat dan bersahaja serta membumi. Setidaknya itulah feeling aku tentang lagu ini. Kemudian dari video klipnya yang menampilkan gadis berbaju bahu terbuka memegang buket bunga tengah berjalan-jalan, seakan mengajak kita untuk melihat perjalanan kita sehari-hari.

Meski iramanya datar dan easy listening, namun tetap ada unsur dramatis dalam lagu ini, setidaknya menurut kuping aku. Petikan gitar di bagian intro kemudian diulang-ulang setelah refrain terasa sangat menyentuh, menjadi salah satu "tanda pengenal" paling akrab dari lagu ini. 

Kemudian tentang liriknya, tentang cerita dalam lagu ini, benar saja dugaanku, tentang menghadapi hidup yang berliku hingga terasa extra ordinary, padahal ada hidup yang (kelihatannya) ordinary di luar sana. Perjuangan mengejar hidup yang normal ternyata berliku, namun dibutuhkan hati yang kuat dan tidak baperan. Yeah like they said "but i won't cry for yesterday...". Optimisme...itulah nilai yang menjalariku ketika dengar lagu ini. Lagu ini mengandung kesedihan, kepedihan namun optimismenya luar biasa. 

Sepanjang langkah kaki mengayun, menorehkan ribuan kenangan, jutaan harapan yang patah, sepenggal hati yang hancur, namun tetaplah jangan menangisi hari kemarin. Dan tetaplah bertahan. Cheerss

Rabu, 09 Agustus 2017

Bocil, Ummi dan Imunisasi

Bismillah...

Sekarang lagi musim imunisasi ya. Anak-anak teman dan tetangga sudah pada diimunisasi di sekolahnya masing-masing. Sekolah Bocil juga ada imunisasi tapi jadwalnya minggu depan sih.

Pengalaman tahun lalu si Kakak Umar mau diimunisasi, jauh-jauh hari aku sudah kondisikan dia, aku ceritakan apa itu imunisasi. Aku bangun keberaniannya untuk tidak cengeng. Bahkan aku minta supaya request giliran pertama disuntik duluan, biar gak horor liat teman-temannya nangis disuntik duluan. Tapi kayaknya pada hari H, si Umar tidak mendapat giliran pertama deh. Aku ajari juga trik relaksasi supaya disuntik terasa lumayan enak alias mengurangi sakit, yaitu sesaat sebelum jarum masuk, aku minta dia menarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan lewat mulut ketika jarumnya menancap. Otot yang relaks akan mengurangi rasa stres dan sakit, kira-kira begitulah. Aku larang Umar menahan nafas (hehehe halah padahal ini mah umminya yang paranoid). Kenyataannya pas hari H, Umar terlihat enjoy dan sukses tidak menangis apalagi jejeritan maupun kabur. Terlihat dari foto yang dikirim gurunya ke whatsapp, terlihat Umarku ceria dan masih saja bermain ala anak lelaki.

Tahun ini, ketambahan lagi si Dede Nadia juga akan diimunisasi karena tahun ini Nad sudah kelas 1 SD. Sebagaimana pengalamanku terhadap Umar, aku jauh-jauh hari juga sudah mengenalkan tentang imunisasi kepada Nadia. bahkan lebih terperinci seperti kenapa jarum suntik harus tajam, kenapa harus diolesi alkohol sebelum disuntik. Si Nadia termasuk anak penakut, bahkan untuk minum obat saja mesti minta digenggam tangannya saking merasa takutnya, apatah lagi disuntik ya. Tak lupa juga aku ajari trik relaksasi seperti yang dulu kuajarkan ke Umar. Plus aku tambahin, kalau bisa Nadia ikut menghibur teman-temannya bila ada yang menangis, atau menggandeng temannya bila ada yang takut menghadap ke petugas medis untuk disuntik, maklum Nadia itu anaknya berjiwa sosial yang tinggi. Semoga berhasil ya... setidaknya mengurangi rasa takutnya.

Teringat pengalaman aku dulu sewaktu imunisasi kelas 1 SD, tiada pemberitahuan (setidaknya ke aku dan anak-anak lain), tahu-tahu paramedis sudah nongol aja di kelas. Aku ketakutan deh pokoknya, nangis bahkan mau masuk ke laci meja, sembunyi disitu. Karena itu maka aku dapat giliran paling akhir, tambah horor deh aku lihat teman-teman jejeritan dan berusaha kabur menolak disuntik. Usai disuntik seingatku paramedisnya aku omelin (hahaha maaf yaa) lalu aku dibujuk oleh Bu Guru wali kelas, dipangku dan rambutku dikepangnya sampai aku berhenti menangis. Sedangkan pengalaman imunisasi kelas 6, wah jelas beda donk. Aku cool banget disuntiknya, bahkan maju sendiri minta disuntik. Semua pengalamanku itu aku ceritain ke Bocil biar mereka tahu kejadian sewaktu Umminya diimunisasi, juga biar aku ada alasan memotivasi mereka agar jadi lebih hebat dari Ummi (pengalaman yang kelas 1 SD heheheh).


Minggu, 02 Juli 2017

Keanehan suatu pagi

Bismillah...
Udah lama nih ga isi blog lagi, lagi dateng males nulisnya, plus sibuk kerja, urus keluarga dan nonton film hehe

Well, mumpung lagi inget...mau tulis aja deh tentang pengalaman aneh disuatu pagi hari yang aku alami. Waktu pagi sekira pukul 7.15 saya boncengan dengan suami menuju tempat kerja di kota Manado. Rumah kami di daerah Paniki kebetulan dekat dengan bandara. Biasanya riuh dengan suara mesin pesawat yang mau climbing/mendaki alias baru lepas landas dan juga pesawat mau landing. Kebetulan jalan raya yang kami lewati itu biasanya searah dengan jalur pesawat lagi climbing.

Nah anehnya gini nih, pagi itu ketika lagi melaju dengan motor kami lihat di aspal jalan raya depan kami ada bayangan serupa pesawat (atau benda/makhluk terbang bersayap) tapi bayangannya cukup besar. Kami seketika memelankan motor dan bahkan sempat mendongak ke atas, penasaran bayangan apakah itu? Tapi pas pandangan kami ke atas, tidak ada benda apapun yang nampak.

Sebenarnya bisa saja itu bayangan pesawat, mengingat jalan raya itu searah dengan jalur pesawat lepas landas, tapi ada beberapa keanehan :
1. Walaupun pesawat climbing di atas jalan raya, tapi posisinya sudah mulai tinggi sehingga biasanya tidak ada bayangan pesawat lagi yang nampak di aspal jalan raya. Nah pada kejadian pagi itu bayangan obyek tersebut cukup besar yang nampak di aspal jalan.
2. Walaupun pesawat sudah tinggi, namun suara desingan mesin pesawat jelas terdengar dan ribut meski lalu lintas jalan ramai. Sedangkan kejadian pagi itu, tidak ada suara desingan pesawat sama sekali. Kebetulan sedang tidak ada pesawat yang lewat.

Jadi bingung kira-kira itu benda apa. Jika benda itu adalah bayangan burung, tapi kok bisa membentuk bayangan yang cukup besar di aspal jalan, dan secepat itu hilang karena pas kami mendongak ke atas, tidak ada benda apapun.

Aneh...sungguh aneh

Selasa, 04 Oktober 2016

Suatu Pagi Ketika Aplikasi Kerjaan Sedang Offline

Bismillah...

Lagi semangat-semangatnya inputin surat, eh aplikasinya offline. Ya udah corat coret blog lagi aja. Emmm, kemarin aku nonton sebuah film lawas banget, produksi tahun 1993 (aku masih SD), berjudul Philadelphia, dengan bintangnya Tom Hanks dan Denzel Washington.

Berkisah tentang suatu hal yang tabu pada saat itu, AIDS dan Homoseksual. Si Andy Beckett yang diperankan Tom Hanks adalah sebuah pengacara andal yang bekerja pada sebuah firma hukum, dan telah memenangkan berbagai perkara. Namun sayangnya dia seorang gay, dan apesnya dia tertular AIDS karena aktivitas seksualnya yang menyimpang itu. Pihak firma akhirnya mengetahui sakitnya, justru ketika dia sedang diberi tugas penting untuk menangani sebuah perkara besar dan bergengsi. Pihak firma tidak ingin dia bekerja lagi karena dia seorang ODHA. Akhirnya dia pun di sabotase hingga pihak firma memiliki alasan untuk memecatnya.

Andy tidak terima karena dia merasa sudah bekerja mati-matian, dan dia merasa disabotase dan didiskriminasi sebab ODHA. Dia pun menghubungi temannya yang diperankan oleh Denzel Washington yang juga sesama pengacara untuk membelanya.

Tom Hanks memenangkan Oscar dari film ini, padahal menurut aku bintang dalam film ini sebenarnya adalah si Denzel Washington. Aktingnya luar biasa. Mulai sejak dia gamang untuk berinteraksi dengan Andy Beckett setelah dia tau temannya itu menderita AIDS, hingga akhirnya dia berubah pikiran untuk membantu dan berjuang di persidangan untuk meyakinkan para juri. Sekali lagi aku bilang, Denzel Washington bintang dalam film ini.

Terlepas dari materi film ini tentang AIDS dan Homoseksual, pesan yang aku tangkap saat nonton sebenarnya adalah soal persamaan hak. Oke aku setuju, tapi soal perilaku homoseksual, itu tentu tidak patut untuk diperjuangkan. Dan sesuatu untuk disembuhkan. Well, semoga kita dan segenap keluarga dijauhkan dari hal-hal tersebut.

Btw...pasangan gay si Andy diperankan oleh Antonio Banderas yang lagi muda-mudanya. Aku geli sendiri lihat adegan Tom Hanks dan Antonio berdansa dengan sangat intim, dimana si Antonio menyandarkan wajahnya ke leher Tom..layaknya wanita yang sedang bermanja ke seorang lelaki....hiyyyy...dan tatapan mata Tom Hanks ke Antonio benar-benar mesra...haduhhh....secara kan mereka berdua terkenal lelaki sejati hehehe tapi itu bentuk profesionalisme mereka dalam bekerja (baca : berakting)

Itu aja sih

Minggu, 25 September 2016

Film "Sully", Satu Keajaiban Yang Terpilih

"this is the Captain, brace for impact!"
apakah yang akan terjadi selanjutnya.........


Bismillah.....

Alhamdulillah bisa menulis blog ini lagi, setelah dua hari lalu menonton sebuah film hollywood yang berjudul SULLY.

Cukuplah Tom Hanks yang membuatku tertarik untuk merogoh kantong buat beli tiket nonton bioskop. Entahlah bagiku, Tom Hanks itu sebuah "label jaminan" bahwa sebuah karya yang melibatkan dia maka itu berkualitas dan tidak sembarangan. Dan ternyata terbukti, aku sangat puas dengan film ini. Oke, cukup dengan Tom Hanksnya, sekarang beralih ke filmnya...

Sully adalah sebuah film berdasarkan kisah nyata yang disutradarai Clint Eastwood, lagi-lagi sebuah nama besar dalam perfilman Hollywood. Diangkat dari kisah heroik pendaratan darurat pesawat di air (ditching) pesawat US Airways dengan nomor penerbangan 1549 yang dipiloti Kapten Chesley "Sully" Sullenberger setelah kira-kira 3 menit lepas landas dari bandara La Guardia tanggal 15 Januari 2009. Keputusan untuk mendarat darurat diambil pasca pesawat ditabrak sekawanan burung hingga mematikan kedua mesinnya. 

Pengalaman pilot Sully yang telah 40 tahun wara wiri di udara membuat dirinya tetap tenang dalam menghadapi kejutan tersebut. Dirinya dan sang Kopilot menerapkan prosedur dengan membuka buku panduan untuk melihat SOP, disamping tetap berkomunikasi dengan otoritas bandara La Guardia. Tercatat 208 detik waktu untuk menjalankan SOP dan berkomunikasi dengan pihak ATC, Pihak ATC pun dengan sigap berusaha keras membantu, bahkan berkoordinasi dengan otoritas bandara terdekat yaitu bandara Teterboro. Intinya, bandara La Guardia dan bandara Teterboro sudah menyiapkan landasan untuk US Airways, namun dalam rentang waktu 208 detik tersebut pesawat sudah mencapai titik rendah untuk bisa berputar ke bandara-bandara tersebut.  Bunyi alarm "too low, terrain!" dan "pull up!" bergema dengan horrornya (hihihi lebay dah aku), menandakan pesawat sudah sangat dekat dengan daratan hingga tidak bisa bermanuver lagi. Dan akhirnya dipilihlah sungai Hudson sebagai tempat pendaratannya.

Berbeda dengan film sejenis seperti Flight yang dibintangi Denzel Washington, dimana rangkaian kejadian kecelakaan pesawat ditampilkan dahulu di awal film, film Sully justru di awal menampilkan profil sang pilot yang sedang dikarantina di hotel (karena sedang dalam investigasi KNKT) dalam  keadaan bingung, dan trauma. Bayangan-banyangan kejadian dalam pesawat dan puja puji publik terhadap dirinya plus sorotan dan investigasi KNKT membuat dirinya dalam keadaan tidak menentu.

Aku pun mulai geregetan, mana sih adegan pesawatnya harus ditching itu. hehehe tapi disinilah menurutku letak kehebatan sutradara, bagian yang klimaksnya itu disimpan hingga ke bagian 2/3 menjelang film berakhir, yaitu saat Sully dan sang kopilot bersiap menhadapi sidang KNKT (kalo di Amrik sono sebutnya NTSB). Jika di Flight alurnya klimaks menuju antiklimaks, maka dalam film Sully aku merasakan sebaliknya.

Dan bagian terbaiknya, klimaks dalam film ini, tentu saja saat sidang KNKT tersebut. Menurut hasil investigasi, Pilot Sully dituduh bertindak ceroboh dengan mendaratkan pesawat di sungai padahal, menurut KNKT yang didukung dengan hasil simulasi dari Airbus, US Airways nahas itu seharusnya bisa didaratkan di La Guardia dan atau Teterboro. Bahkan disidang tersebut diputarkan simulasi yang menggunakan pilot lain, dan nampak bahwa pesawat bisa mendarat mulus di dua bandara tersebut. Pada bagian ini aku mulai kesel dengan KNKTnya. Coba kamu yang duduk dikokpit pada saat itu! hehehe dan aku juga berbisik ke suami disamping, "Mas kok dalam simulasi gak keliatan para pilotnya berkomunikasi dengan ATC". Selesai simulasi diputar, pihak KNKT pun bersiap untuk mendengar pembelaan pilot Sully dan kopilotnya. Di luar dugaan, Sully justru berujar -yang kira-kira -"Sudah bisa serius sekarang?". Pihak KNKT pun terperangah. Investigasi dengan simulasi tersebut sudah barang tentu sangat serius dan melibatkan banyak pihak. Tapi buat pilot Sully, itu tidak serius, bagaimana tidak, mereka menghilangkan satu point penting, satu faktor penting, FAKTOR MANUSIA. Bagaimana saat kejadian tabrakan dengan burung, mereka kaget dan berusaha menjalankan SOP hingga berkoordinasi dengan ATC, bahkan ATC pun perlu berkoordinasi dengan ATC bandara lain, dan kesemuanya itu memakan waktu 208 detik. Bayangkan 208 detik melayang dengan kecepatan tinggi sambil memutar otak memikirkan strategi, izin untuk mendarat di La Guardia atau Teterboro baru muncul setelah 208 detik tersebut. Akhirnya kapten Sully meminta untuk simulasi lagi dengan mengambil waktu tenggang 35 detik saja, sebelum mendarat. Hasilnya? silakan menonton saja ya.....

Peristiwa US Airways ini terkenal dengan istilah Miracle on Hudson, dimana semua penumpang dan awak penerbangan yang total berjumlah 155 orang berhasil selamat. Yah, makanya disebut miracle, keajaiban. Namun sejatinya, 7 tahun sebelum kejadian US Airways ini, ada sebuah keajaiban juga di sungai Bengawan Solo, ketika pesawat Garuda Indonesia yang dipiloti Kapten Abdul Rozak berhasil mendarat darurat di anak sungai Bengawan Solo, dengan semua penumpangnya selamat, namun korban jiwa 1 orang pramugari yang duduk di bagian ekor dan terlempar keluar ketika bagian ekor pesawat tersebut pecah menhantam bebatuan. Peristiwa ini pun terjadi pada bulan Januari, yaitu 16 Januari 2002. Ini pun sungguh kisah yang sangat heroik, bahkan menurutku ini juga sebuah keajaiban. Jika US Airways tertabrak burung pada 3 menit pasca lepas landas, maka Garuda Indonesia masuk awan kumulonimbus dan mati mesin pada ketinggian 23ribu kaki, setelah menghadapi goncangan-goncangan hebat. Dan jika US Airways mendarat di singai Hudson yang lebar dan lepas, maka Garuda Indonesia mendarat di anak sungai Bengawan Solo yang berkelok-kelok. Luar biasa!!!

Kapten Sully dan Kapten Abdul Rozak, mereka adalah Pahlawan. Peristiwa mereka sejatinya adalah keajaiban. Namun karena Kapten Sully hidup di Amrik, maka kisahnya lah yang TERPILIH untuk diabadikan dalam sebuah film yang apik. Sineas kita disini sayang sekali belum ada yang tergerak untuk mengabadkan kisah heroik Kapten Abdul Rozak.

catatan ; salut untuk film SULLY yang berhasil menyuguhkan tontonan bermutu denagn tanpa menjual wanita dan aurat, atau kisah asmara murahan. Melalui film ini terbukti, tanpa yang berbau vulgar pun film Hollywood bisa bermutu dan menarik. Clint Eastwood berhasil membuat film sebagai produk yang menjual.